MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pembangunan ruas jalan Kampung Anggori-Petrus Kafiar memiliki empat dimensi pembangunan, yakni dimensi politik, pelayanan publik, kemanusiaan, dan transformasi. Hal itu disampaikan Bupati Manokwari, Hermus Indou, saat melaunching pembangunan ruas jalan tersebut, Jumat (21/8).
Menurut Hermus, dimensi pertama adalah politik. Pembangunan jalan tersebut menjadi bukti bahwa janji politik kepada masyarakat harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Ia mengatakan, dirinya bersama Wakil Bupati Mugiyono berkampanye di empat titik di wilayah Amban, sehingga pembangunan jalan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.
“Kalau kampanye di empat titik lalu tidak ada hasil yang bisa dibuktikan, masyarakat bilang Hermus-Mugiyono omong-omong saja. Kita ingin membuktikan dan menjaga integritas politik. Apa yang kita janjikan kepada masyarakat harus bisa dipenuhi karena masyarakat tidak makan kata-kata, tetapi hidup dengan bukti yang kita berikan,” katanya.
Menurutnya, pembangunan tersebut juga menjadi bagian dari upaya merawat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di Amban Raya dan sekitarnya. Ia berharap pembangunan tidak berhenti pada ruas jalan tersebut, tetapi dilanjutkan dengan program-program lain yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Hermus menyebut Kampung Petrus Kafiar memiliki potensi pariwisata yang besar. Karena itu, kawasan pesisir mulai dari Kwawi, Pasir Putih hingga Petrus Kafiar telah masuk dalam rencana pengembangan pariwisata Kabupaten Manokwari. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyusun master plan agar kawasan tersebut dapat berkembang menjadi kawasan pariwisata yang produktif bagi masyarakat.
Dimensi kedua adalah pelayanan publik. Hermus menegaskan bahwa kehadiran pemerintah melalui pembangunan infrastruktur pada dasarnya bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, infrastruktur jalan memiliki efek berganda karena menjadi penunjang bagi berkembangnya sektor pelayanan dan pembangunan lainnya.
“Jalan itu leading sector. Artinya kita akan sukses membangun sektor-sektor yang lain kalau jalan itu tersedia. Kalau kita tidak bisa membangun jalan, maka percaya 100 persen kita tidak bisa memberikan pelayanan yang baik juga dalam sektor-sektor pelayanan yang lainnya,” ujarnya.
Dimensi ketiga adalah kemanusiaan. Hermus menegaskan bahwa manusia dan masyarakat harus menjadi pusat dari setiap pembangunan yang dilakukan pemerintah. Infrastruktur yang dibangun bukan semata-mata untuk menghadirkan benda fisik, tetapi untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat, memenuhi kebutuhan, dan menjawab berbagai persoalan yang dihadapi.
Sedangkan dimensi keempat adalah transformasi. Sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat sekaligus pusat pemerintahan dan logistik, Manokwari akan terus mengalami pertumbuhan penduduk. Karena itu, kapasitas dan kualitas infrastruktur harus terus ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.
“Manokwari ini sebagai ibu kota provinsi, hub pemerintahan, logistik, dan lain sebagainya, banyak penduduk akan datang dan terkonsentrasi di Manokwari. Pertumbuhan penduduk kita hari ini sudah 206 ribu jiwa. Kita tidak boleh hanya menikmati apa yang sudah dikerjakan para pendahulu, mari kita yang hari ini memimpin juga buktikan ada yang bisa kita tinggalkan untuk dinikmati oleh generasi mendatang,” katanya.
Kepala Dinas PUPR dan Perhubungan Kabupaten Manokwari, Alberthus, mengatakan launching tersebut menandai dimulainya pembangunan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan pekerjaan. Jalan Anggori-Petrus Kafiar diharapkan memperlancar transportasi, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, membuka akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ruas jalan sepanjang sekitar 1,6 kilometer itu juga akan memperpendek akses warga dari Kampung Persiapan Meyah Indah dan Petrus Kafiar menuju kota, dibandingkan harus memutar melalui Wadema sekitar 6 kilometer atau Aipiri sekitar 10 kilometer.
Selain membuka akses ekonomi, kata Alberthus, pembangunan jalan tersebut diproyeksikan menjadi pemicu pertumbuhan kawasan permukiman baru. Jalan dibangun dari kondisi awal yang masih berupa hutan dengan badan jalan sekitar 9–12 meter, tujuh meter di antaranya akan dihampar agar dapat langsung difungsikan, sementara saluran disiapkan di sisi kiri dan kanan. Ke depan, badan jalan tersebut direncanakan dapat ditingkatkan dan diaspal selebar lima meter. Ia berharap masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan hingga selesai.
Hadir pada launching tersebut unsur Forkopimda Manokwari, pimpinan dan anggota DPRK Manokwari, pimpinan perangkat daerah, Kepala Distrik Manokwari Barat, Lurah Amban, dan masyarakat setempat. (SA01)








