MANOKWARI, SURYA ARFAK – Setelah melaunching Program Pendidikan Gratis, Pemerintah Kabupaten Manokwari akan memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Manokwari.
Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan, perhatian terhadap kesejahteraan guru tidak hanya berasal dari pemerintah pusat, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah daerah melalui pengalokasian anggaran.
“Selain pusat sudah memberikan, tapi kami di daerah pun sudah mengalokasikan,” kata Hermus saat launching Program Pendidikan Gratis, Sabtu (3/10).
Namun, Hermus mengingatkan peningkatan kesejahteraan harus berjalan seimbang dengan pelaksanaan tugas dan kewajiban guru serta tenaga kependidikan. Ia meminta para guru menjalankan tanggung jawab secara disiplin, termasuk memastikan kehadiran dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
“Saya minta kita tuntut hak, tapi kewajiban juga harus dilaksanakan dengan baik. Rajin datang mengajar dan absensi harus juga diperhatikan,” tegasnya.
Menurut Hermus, kehadiran merupakan salah satu indikator kinerja yang menjadi dasar penilaian bagi ASN lainnya dalam pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Karena itu, kedisiplinan kehadiran juga perlu menjadi perhatian bagi guru dan tenaga kependidikan.
“Bapak-ibu setiap pagi harus datang dan harus ada tanda tangan. Itu kinerja pertama. Hadir saja berapa persen, setelah itu nanti aktivitas dari pagi sampai dengan sore pulang itu lakukan apa, dibuat kinerjanya,” ujarnya.
Hermus juga meminta setiap guru mulai menerapkan laporan kinerja harian sebagaimana ASN lainnya yang telah menjalankan sistem pelaporan kinerja. Menurutnya, laporan tersebut penting untuk memastikan aktivitas dan tanggung jawab guru selama menjalankan tugas dapat terukur.
“Setiap guru harus membuat laporan kinerja setiap hari, sama seperti ASN lain yang sudah menerapkan laporan kinerja,” katanya.
Ia menegaskan, kesejahteraan yang diterima guru harus sejalan dengan kerja dan tanggung jawab yang diberikan. “Sehingga kita tidak makan gaji buta, tapi kita berharap apa yang kita makan itu karena memang kita sudah bersusah payah mengeluarkan keringat kita, sehingga wajar kalau kita menuntut untuk dibayar,” pungkas Hermus. (SA01)








