MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari menerima laporan kondisi membahayakan manusia berupa seorang wisatawan yang diduga hanyut saat menyeberangi aliran sungai di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Sabtu (18/7).
Laporan diterima pada pukul 20.30 WIT dari Kasat Intel Polres Pegunungan Arfak, Haerun. Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIT.
Korban diketahui bernama Anton Idarwai. Saat itu, korban bersama dua rekannya sedang berwisata di Air Terjun Memti. Ketika hendak menyeberangi aliran sungai, korban terpeleset dan terseret arus. Dua rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan dan melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga laporan diterima korban belum berhasil ditemukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 20.35 WIT Kantor SAR Manokwari langsung berkoordinasi dengan Polres Pegunungan Arfak serta menyiapkan personel dan peralatan SAR. Selanjutnya, pada pukul 20.52 WIT Tim Rescue Kantor SAR Manokwari diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan satu unit rescue car dengan estimasi waktu tempuh darat sekitar lima hingga enam jam.
Setibanya di lokasi, tim akan berkoordinasi dengan unsur potensi SAR setempat untuk menyusun rencana operasi pencarian yang akan dilaksanakan pada keesokan harinya.
Operasi SAR melibatkan personel Kantor SAR Manokwari bersama Polres Pegunungan Arfak. Tim membawa sejumlah peralatan pendukung, antara lain satu unit rescue car, satu unit drone thermal, lima set peralatan komunikasi, enam set peralatan SAR air, satu set peralatan mountaineering, serta satu set peralatan evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin, S.P., M.A.P., mengatakan tim akan mengoptimalkan upaya pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas.
“Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi di wilayah operasi diperkirakan berawan. Kendala yang dihadapi di antaranya jarak tempuh menuju lokasi yang cukup jauh serta mobilisasi tim yang dilakukan pada malam hari,” ujarnya.
Yefri menambahkan, perkembangan operasi pencarian akan disampaikan secara berkala sesuai hasil yang diperoleh di lapangan. (SA01)








