Wartawan Dilarang Meliput Kegiatan Kopi Toleransi yang Digelar KBI di Manokwari

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sejumlah wartawan tidak dapat melakukan peliputan kegiatan Kopi Toleransi bertema “Merajut Harmoni dalam Toleransi” yang digelar Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) di Aula Utama Universitas Papua (Unipa), Sabtu (18/7) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere, Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono, serta sejumlah anggota DPR Papua Barat dan DPRK Manokwari.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Ustadz H. Das’ad Latif dan Y.M. Bikkhu Dhirapunno Thera, dengan special host Ponijan Liaw.

Sedikitnya lima wartawan dari berbagai media, termasuk LKBN Antara dan RRI Manokwari, telah hadir di lokasi untuk melakukan peliputan. Saat para jurnalis tiba, kegiatan belum dimulai dan baru dibuka sekitar pukul 19.30 WIT.

Sementara itu, warga yang datang dengan membawa tiket diarahkan panitia untuk melakukan registrasi sebelum dipersilakan memasuki ruangan. Berbeda dengan wartawan yang tidak memiliki tiket, mereka diminta menunggu dengan alasan panitia akan mencari kesempatan agar awak media dapat diizinkan masuk.

Para jurnalis mengaku terkejut karena sebelumnya tidak pernah diinformasikan bahwa peliputan kegiatan tersebut mensyaratkan kepemilikan tiket. Mereka kemudian tetap menunggu di luar ruangan dengan harapan memperoleh izin meliput.

Kegiatan akhirnya dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Papua Pulau Indah, dilanjutkan doa lintas agama. Namun hingga rangkaian sambutan para pejabat berlangsung, belum ada informasi maupun izin bagi wartawan untuk memasuki lokasi acara.

Merasa tidak mendapatkan kepastian, para wartawan akhirnya memutuskan meninggalkan lokasi kegiatan tanpa sempat melakukan peliputan. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *