MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kabupaten Manokwari menjadi salah satu dari 47 kabupaten di Indonesia yang dipilih sebagai pilot project perluasan uji coba Digitalisasi Bantuan Perlindungan Sosial (Bansos). Program ini diharapkan mampu memperbaiki pendataan dan memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Ferdy M. Lalenoh, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Manokwari sebagai lokasi uji coba digitalisasi bansos.
“Dari kurang lebih 514 kabupaten/kota, Manokwari termasuk 47 kabupaten yang menjadi pilot project perluasan uji coba digitalisasi bansos,” katanya saat ditemui pada Bimtek Uji Coba Digitalisasi Bantuan Perlindungan Sosial, Jumat (17/7).
Manokwari tergabung dalam wilayah VI bersama Kabupaten Sorong. Menurut Ferdy, capaian tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat sekaligus hasil dukungan pimpinan daerah dalam mendorong percepatan program nasional.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manokwari Hermus Indou dan Wakil Bupati H. Mugiyono yang terus mendorong perangkat daerah terkait untuk mempercepat tindak lanjut program pemerintah pusat.
Dalam pelaksanaan bimtek tersebut, Dinas Sosial menghadirkan 160 peserta yang akan menjadi agen pendataan dan membantu pemerintah dalam proses verifikasi serta pendampingan masyarakat.
Ferdy berharap para agen tersebut dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat, khususnya membantu warga yang mengalami kendala dalam proses pendataan digital.
“Dengan adanya agen pendataan ini kami berharap proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Melalui digitalisasi bansos, Pemerintah Kabupaten Manokwari optimistis tata kelola bantuan sosial dapat semakin baik dengan dukungan data yang lebih akurat dan terintegrasi. (SA01)








