MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari menargetkan daerahnya menjadi pelopor digitalisasi perlindungan sosial di wilayah Papua, khususnya Papua Barat. Melalui uji coba digitalisasi bantuan perlindungan sosial, pemerintah berharap penyaluran bantuan semakin tepat sasaran, transparan, dan berbasis data.
Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengatakan digitalisasi perlindungan sosial bukan sekadar menjadi kebanggaan daerah, tetapi merupakan upaya nyata untuk memastikan seluruh program kesejahteraan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Ke depan kita memiliki visi menjadikan Manokwari sebagai salah satu pelopor digitalisasi perlindungan sosial di wilayah Papua, khususnya Papua Barat,” katanya, Jumat (17/7).
Menurut Mugiyono, uji coba yang sedang dilaksanakan diharapkan menghasilkan model implementasi yang efektif sesuai karakteristik daerah serta memiliki indikator yang jelas untuk mengukur dampaknya.
Apabila pelaksanaan di Manokwari berhasil, pengalaman tersebut dapat menjadi model yang direplikasi dan disesuaikan oleh kabupaten/kota lain di Papua, sehingga turut memperkuat ekosistem layanan sosial berbasis data di kawasan tersebut.
Karena itu, Mugiyono mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, mitra teknis, aparat di lapangan hingga masyarakat, bekerja sama menyukseskan program tersebut.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas data, mematuhi prosedur, dan melakukan pemutakhiran data secara berkala agar digitalisasi benar-benar memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat.
“Kita harus memastikan perlindungan sosial tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kelompok rentan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan digitalisasi perlindungan sosial merupakan keberhasilan bersama karena tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menghadirkan layanan sosial yang lebih bermartabat dan terpercaya. (SA01)








