Wabup Mugiyono Menjadi Khotib Sholat Idul Fitri, Tekankan Tiga Hal untuk Membangun Kebersamaan

Manokwari, SURYA ARFAK – Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono menjadi khotib pada sholat Idul Fitri di lapangan Kodim 1801/Manokwari, Senin (31/3/2025).

Dalam khotbahnya di bawah tema “Hakikat Kemenangan: Membangun Kebersamaan dan Harmoni menuju Masyarakat Madani”, Mugiyono menekankan tiga pilar dalam membangun kebersamaan.

Pertama, menurut Mugiyono adalah ukhuwwah Islamiyah atau persaudaraan Islam. Persaudaraan, kata Mugiyono, adalah nikmat yang Allah berikan kepada kaum muslimin, persaudaraan adalah anugerah Allah yang terindah setelah nikmat beriman dan berislam.

“Allah memerintahkan kepada mereka untuk menetapi jamaah (kesatuan) dan melarang mereka bercerai-berai. Banyak hadis yang isinya melarang bercerai-berai dan memerintahkan untuk bersatu dan rukun,” katanya.

Kedua, menurut Mugiyono, yakni asamuh atau toleransi. Menurutnya, konsep ‘ummatan wasathan’ membimbing umat agar mampu memilih yang terbaik dan adil, atau yang paling ideal di antara dua perkara yang keluar dari batas, yakni meremehkan dan berlebih-lebihan.

“Jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka diwujudkan dengan sikap toleransi baik kepada muslim maupun nonmuslim,” sebutnya.

Menurut data Kementerian Agama, lanjut Mugiyono, tingkat toleransi umat beragama di Indonesia cukup tinggi, meski indeksnya fluktuatif. Misalnya, pada tahun 2023 berada pada angka 76,02, kemudian kembali meningkat menjadi 76,47 pada 2024.

“Kita dapat mengambil banyak pelajaran dari kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya, bagaimana mewujudkan dan membangun masyarakat yang madani bermula dari sikap toleransi beliau dan sahabat-sahabat beliau kepada orang Yahudi, Nasrani, para kabilah yang belum masuk Islam sewaktu di Madinah.  Toleransi dan harmoni dengan umat lainnya akan meringankan langkah kita dalam mengelola bangsa yang majemuk masyarakatnya, yang luas wilayahnya,” tegasnya di hadapan ribuan jemaah sholat Idul Fitri.

Dan ketiga, kata Mugiyono, adalah meraih keberkahan dalam bermasyarakat. Dikatakannya, kondisi bangsa Indonesia baik dari ekonomi, kesehatan, maupun sektor lain sangat memprihatinkan, begitu banyak orang menderita, dan kesusahan.

“Mudah-mudahan dengan bekal keberkahan Ramadan, Allah angkat wabah ini, Allah permudah saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan, Allah memberikan kesembuhan kepada saudara-saudara kita yang sakit. Semoga Allah berikan jalan keluar bagi bangsa ini, sehingga selangkah demi selangkah masyarakat madani dapat terwujudkan,” imbuhnya.

Mugiyono lalu mengajak jamaah mendoakan para pemimpin bangsa agar diberikan petunjuk oleh Allah guna menjadikan negeri ini penuh keberkahan.

“Tak lupa pula kita doakan para aparat yang bertugas dan tenaga kesehatan yang harus melaksanakan tugasnya, semoga Allah mencatatnya sebagai pahala di sisi-Nya,” tukasnya.

Hadir pada sholat Idul Fitri di lapangan Kodim 1801/Manokwari adalah Wakil Gubernur Papua Barat, Momahad Lakotani; Sekda Papua Barat, Ali Baham Temongmere; Plt. Sekda Manokwari, Harjanto Ombesapu, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah provinsi Papua Barat dan kabupaten Manokwari. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *