TP-PKK Manokwari Panen dan Tanam Bersama 1.000 Pohon Cabai

MANOKWARI, SURYA ARFAK — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Manokwari terus mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan panen dan tanam bersama 1.000 pohon cabai.

Kegiatan yang berlangsung di Kebun TP-PKK Distrik dan Dasawisma Anggrek Hitam, Distrik Manokwari Barat, Selasa (18/8), tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.

Kegiatan dihadiri langsung Ketua TP-PKK Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, bersama jajaran pengurus TP-PKK Kabupaten Manokwari, Ketua GOW Kabupaten Manokwari Hj. Nurhaya Jafar Mugiyono, Ketua Bhayangkari Polresta Manokwari, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 1801/Manokwari, dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Manokwari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menyaksikan panen cabai yang telah dibudidayakan, tetapi turut melakukan penanaman bibit cabai secara bersama-sama.

Penanaman 1.000 pohon cabai tersebut menjadi bagian dari upaya TP-PKK mendorong keluarga dan kelompok Dasawisma agar lebih aktif memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif.

Ketua TP-PKK Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, mengatakan gerakan menanam merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan mulai dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, pemanfaatan lahan tidak harus dilakukan dalam skala besar. Pekarangan rumah maupun lahan yang dikelola kelompok Dasawisma dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman pangan yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.

“Gerakan menanam tidak harus dimulai dari lahan yang luas. Kita bisa memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan yang ada di lingkungan Dasawisma untuk menghasilkan pangan yang bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya.

Ia menilai budidaya cabai memiliki manfaat ganda karena selain dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasilnya juga memiliki nilai ekonomi sehingga berpotensi membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Febelina berharap kegiatan panen dan tanam bersama tersebut dapat menjadi contoh bagi kelompok Dasawisma lainnya di Kabupaten Manokwari untuk mengembangkan kebun keluarga secara konsisten dan berkelanjutan.

Perkuat Peran Dasawisma

Keberadaan Dasawisma Anggrek Hitam Distrik Manokwari Barat menjadi salah satu contoh keterlibatan kelompok masyarakat dalam mendukung pemberdayaan keluarga melalui pemanfaatan lingkungan dan kegiatan pertanian.

Melalui kegiatan produktif seperti budidaya tanaman hortikultura, Dasawisma diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

TP-PKK Kabupaten Manokwari mendorong agar gerakan menanam dapat dikembangkan di berbagai distrik sehingga tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Sinergi Organisasi Perempuan dan Forkopimda

Kehadiran para pengurus dan anggota organisasi wanita Forkopimda Kabupaten Manokwari turut memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung program pemberdayaan perempuan, keluarga, dan ketahanan pangan.

Kebersamaan TP-PKK, organisasi wanita, kelompok Dasawisma, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga.

Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian, TP-PKK Kabupaten Manokwari berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata.

Gerakan 1.000 pohon cabai diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas, sehingga semakin banyak keluarga di Kabupaten Manokwari terdorong untuk menanam dan memanfaatkan lahan secara produktif.

Kegiatan ditutup dengan penanaman bibit cabai secara bersama-sama oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, bersama organisasi wanita Forkopimda dan peserta kegiatan.

Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan keluarga dan masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni menanam hari ini untuk memanen manfaat di kemudian hari. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *