Sambut Jamaah Haji, Mugiyono: Predikat Haji Harus Tercermin dalam Iman, Akhlak dan Kepedulian Sosial

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari menerima kedatangan kembali jamaah haji setelah melaksanakan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Jamaah haji diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan serta menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat.

Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengatakan ibadah haji bukanlah perjalanan biasa. Di dalamnya terdapat perjuangan, pengorbanan, kesabaran, ketulusan, serta kekuatan iman.

“Para jamaah telah meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan berbagai aktivitas untuk memenuhi panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” kata Mugiyono saat penyambutan jamaah haji di Ruang Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari, Selasa (18/8).

Menurutnya, kepulangan jamaah haji menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarga sekaligus masyarakat Kabupaten Manokwari.

“Saya berharap, perjalanan spiritual yang telah bapak dan ibu jalani di Tanah Suci dapat memberikan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Mugiyono berharap predikat sebagai haji dan hajah mabrur tidak sekadar menjadi gelar, tetapi tercermin melalui peningkatan kualitas iman, akhlak, kepedulian sosial, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, ibadah haji juga mengajarkan nilai persaudaraan dan persatuan. Umat Islam dari berbagai suku, bangsa, bahasa, dan latar belakang dapat berkumpul dan menjalankan ibadah sebagai satu umat.

Nilai persaudaraan tersebut, kata Mugiyono, hendaknya dibawa kembali ke Manokwari dan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, saling menghargai, dan saling bekerja sama.

“Persaudaraan tersebut hendaknya kita bawa kembali ke Manokwari menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, saling menghargai, saling bekerja sama, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” katanya.

Mugiyono mengatakan Pemkab Manokwari terus berkomitmen memberikan perhatian terhadap pelayanan keagamaan dan pembinaan kehidupan umat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang memiliki iman, moral, karakter, serta kepedulian terhadap sesama.

“Karena itu, kehidupan keagamaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Manokwari yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, H. Abdul Safar Ollang, menyampaikan jumlah jamaah haji Kabupaten Manokwari tahun 2026 sebanyak 83 orang, terdiri dari 30 laki-laki dan 53 perempuan.

Seluruh jamaah tersebut telah tiba kembali di Kabupaten Manokwari pada 26 Juni 2026 setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

Abdul Safar juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Manokwari yang menanggung biaya transportasi dan akomodasi keberangkatan jamaah dari Manokwari menuju embarkasi Makassar serta pemulangan dari Makassar ke Manokwari.

“Kami menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati beserta jajaran dalam membantu dan menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026,” katanya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *