Pemkab Manokwari Dorong Kelompok Tani Suplai Bahan Pangan ke Dapur MBG

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari mendorong dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjalin kerja sama dengan kelompok-kelompok tani, khususnya kelompok penerima manfaat Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan.

Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengatakan kelompok tani TEKAD memiliki potensi untuk menyuplai berbagai kebutuhan dapur MBG, seperti telur dan sayuran, apabila kapasitas produksi mereka sudah mampu memenuhi kebutuhan secara berkelanjutan.

Menurutnya, kelompok tani yang baru menerima bantuan TEKAD dan produksinya belum dalam skala besar memang belum diwajibkan untuk bekerja sama dengan dapur MBG. Hal itu karena kemampuan produksi setiap kelompok masih berbeda.

“Kelompok-kelompok tani terutama yang mendapat bantuan dari program TEKAD dan sudah banyak hasil produksinya, memang tidak diharuskan bekerja sama dengan dapur MBG. Apalagi usaha mereka belum bisa dikatakan usaha besar, sehingga jika menyuplai secara tetap belum bisa,” kata Mugiyono, Selasa (11/8).

Namun, apabila usaha kelompok tani berkembang dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan secara konsisten, Mugiyono menilai kerja sama dengan dapur MBG menjadi peluang yang sangat baik untuk memperluas pasar hasil produksi masyarakat.

“Namun jika mereka berhasil dan usaha mereka berkembang bagus dan mau menyuplai ke dapur MBG, itu sangat bagus dan dapur MBG harus menerimanya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, salah satu hal penting yang menjadi pertimbangan dapur MBG dalam menerima pasokan dari kelompok tani adalah konsistensi dan keberlanjutan produksi.

“Tapi yang diinginkan dapur MBG adalah kekonsistenan atau keberlanjutan pasokan. Kalau itu bisa dipenuhi, maka harapannya dapur MBG bisa menerimanya,” jelasnya.

Menurut Mugiyono, sekalipun kelompok tani belum mampu memasok langsung ke dapur MBG, hasil produksi mereka tetap memiliki pasar di masyarakat. Produk seperti sayuran dan telur lokal masih memiliki permintaan yang cukup tinggi.

Khusus telur, kata dia, produksi lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan sehingga sebagian pasokan masih didatangkan dari luar daerah. Padahal, telur lokal memiliki sejumlah keunggulan karena lebih segar dan tidak perlu melalui perjalanan distribusi dari daerah lain.

“Telur lokal masih sangat kurang, sehingga masih didatangkan dari luar daerah. Kalau telur lokal keunggulannya tidak mudah rusak dan lebih segar, dan keunggulan lain karena ada di daerah sendiri,” katanya.

Dia berharap peningkatan produksi kelompok tani melalui program TEKAD dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk menjadi pemasok bahan pangan bagi program MBG.

Mugiyono mencontohkan kelompok tani di Kampung Sido Muncul, Distrik Prafi, yang telah memasok sayuran ke dapur MBG. Kelompok tersebut dinilai memiliki kapasitas produksi yang baik karena sebelum masuk dalam program TEKAD, kebun sayuran mereka sudah berkembang dan menghasilkan berbagai jenis komoditas.

“Khusus untuk sayuran, khususnya di Kampung Sido Muncul, Distrik Prafi sudah memasok ke dapur MBG karena sebelum masuk program TEKAD kebun sayur mereka sudah sangat bagus dan ada banyak jenis sayuran, tidak hanya satu,” pungkasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *