Bupati Hermus Paparkan Klaster Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Manokwari

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, memaparkan sejumlah klaster pembangunan infrastruktur yang menjadi arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam mendukung transformasi daerah sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat.

Paparan tersebut disampaikan Hermus saat launching pembangunan ruas jalan Kampung Anggori–Petrus Kafiar, Jumat (21/8). Ia mengatakan, Pemkab Manokwari telah memetakan kebutuhan pembangunan infrastruktur berdasarkan fungsi dan kawasan yang akan dikembangkan.

Klaster pertama adalah infrastruktur strategis, seperti bandara, rumah sakit, stadion, pasar, dan fasilitas strategis lainnya. Pemkab Manokwari bersama Pemprov Papua Barat terus mendorong pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur strategis tersebut dapat direalisasikan di Manokwari.

Klaster kedua adalah pembangunan infrastruktur jalan dalam kawasan perkotaan. Sejumlah ruas jalan telah dipetakan untuk ditingkatkan, termasuk ruas yang membutuhkan pembebasan lahan. Hermus mengakui pembangunan di kawasan kota lama menghadapi tantangan karena membutuhkan biaya besar untuk pembebasan lahan.

“Memperbaiki kota lama susah karena membangun sekian meter saja kita mesti membutuhkan uang banyak untuk ganti rugi lahan dan sebagainya. Tapi kita berdoa dari sekian ruas jalan dalam kota yang direncanakan, minimal ada satu, dua atau tiga yang bisa kita kerjakan dan berikan kepada masyarakat,” katanya.

Klaster ketiga adalah infrastruktur jalan untuk mendukung kawasan permukiman baru dan transmigrasi lokal. Pemkab Manokwari telah memetakan sejumlah kawasan baru dalam perencanaan tata ruang dan rencana induk pengembangan Manokwari sebagai ibu kota provinsi, salah satunya kawasan Wedema hingga Kampung Aipiri.

Hermus mengatakan kawasan tersebut diproyeksikan menjadi lokasi relokasi masyarakat dari kawasan perkotaan yang menghadapi berbagai persoalan, termasuk kemiskinan dan gangguan keamanan. Pemkab Manokwari membutuhkan sekitar 200 hektare lahan untuk menyiapkan kawasan permukiman baru yang tetap berada tidak jauh dari pusat kota.

Klaster keempat adalah infrastruktur jalan untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Untuk sektor ini, pemerintah daerah akan memusatkan pengembangan di wilayah Warmare, Prafi, Masni dan Sidey (Warpramasi) yang diproyeksikan sebagai lumbung pangan Kabupaten Manokwari.

Klaster kelima adalah infrastruktur jalan untuk mendukung pengembangan destinasi pariwisata unggulan. Hermus menyebut kawasan Kwawi hingga Petrus Kafiar, Manokwari Utara, Mokwam, Mubri, serta sebagian wilayah Sidey dan sekitarnya memiliki potensi wisata yang perlu didukung dengan akses infrastruktur yang memadai.

“Dari Kwawi sampai Petrus Kafiar, kemudian Manokwari Utara, untuk pariwisata pegunungan ada di wilayah Mokwam dan Mubri, dan sebagian di Sidey dan sekitarnya. Kita berharap ini juga bisa dilaksanakan secara bersama-sama,” ujarnya.

Klaster keenam berupa infrastruktur dasar di kawasan permukiman, meliputi jalan lingkungan, drainase, dan sanitasi. Infrastruktur dasar tersebut akan terus diupayakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Hermus menegaskan, enam klaster tersebut merupakan bagian dari pemetaan yang lebih besar karena Pemkab Manokwari telah mengidentifikasi 10 klaster infrastruktur yang akan menjadi arah pembangunan daerah. “Ini sedikit gambaran mengenai bagaimana kita membangun Manokwari dari aspek infrastruktur, di mana ada 10 klaster infrastruktur yang sudah kita petakan untuk bisa kita membangun dan melayani seluruh masyarakat,” katanya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *