MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan pembangunan ruas jalan Anggori-Petrus Kafiar dilakukan sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap inisiatif masyarakat adat yang membuka kampung baru Meyah Indah. Pemerintah Kabupaten Manokwari memilih menjemput bola dengan segera membangun akses dasar menuju kawasan tersebut.
“Jujur, jalan ini kita siapkan ketika ada inisiatif dari masyarakat untuk menyediakan kampung baru di Meyah Indah dan memprioritaskan beberapa warga yang ada di wilayah Sanggeng, Wirsi, Arkuki dan sekitarnya yang nanti akan berpindah ke calon kampung Meyah Indah,” kata Hermus saat melaunching pembangunan jalan tersebut, Jumat (21/8).
Menurut Hermus, pembangunan jalan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk merespons kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung penataan dan pengembangan wilayah baru. Pemerintah, kata dia, ingin mendorong masyarakat agar dapat segera menempati kawasan yang telah disiapkan sehingga penataan Kota Manokwari ke depan dapat berjalan lebih baik.
“Kalau sudah ada inisiatif masyarakat, maka saya dengan Pak Wakil dan Pemkab Manokwari ayo kita jemput bola. Apa yang sudah ada kita langsung respon cepat supaya kita ajak masyarakat bisa pindah, dan secepatnya pindah,” ujarnya.
Hermus mengatakan pembangunan jalan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, jalan akan dibuka, dipadatkan, dan dibuat menjadi jalan hamparan. Kondisi jalan tersebut akan dibiarkan selama kurang lebih satu tahun agar mengalami proses pemadatan secara alami sebelum diaspal pada tahun berikutnya.
“Kalau langsung dibangun dan aspal, dasarnya belum kuat, sehingga dikhawatirkan pada musim hujan jalan rusak. Jadi kita buka dulu dan padatkan, nanti tahun depan kita aspal,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat mendukung proses pembangunan, termasuk apabila terdapat tanaman milik warga yang terdampak pembukaan jalan. Hermus juga memberikan apresiasi kepada masyarakat adat, khususnya masyarakat Meyah di wilayah Anggori dan Petrus Kafiar, yang dinilainya memiliki pemikiran maju serta tidak menghambat pembangunan.
“Saya harus akui karena tanah yang diberikan kepada Pemda sekian puluh tahun yang lalu mereka masih jaga tanah Pemda itu sampai saat ini. Itu luar biasa,” katanya. (SA01)








