MANOKWARI, SURYA ARFAK – Masyarakat Flobamora Papua Barat yang tergabung dalam Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Papua Barat menggelar acara pelepasan bagi kontingen Pesparawi Nasional XIV asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (24/6). Acara berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nuansa persaudaraan.
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) NTT, Yorhans Lopis, mengaku terharu atas sambutan dan dukungan yang diberikan masyarakat Flobamora Papua Barat selama kontingen NTT berada di Manokwari.
Menurutnya, Manokwari telah menjadi rumah kedua bagi kontingen NTT karena kehadiran saudara-saudara sesama Flobamora yang memberikan perhatian dan dukungan tanpa henti. “Bicara soal rumah kedua, kami menemukannya di Manokwari karena bertemu dengan sesama saudara dari NTT. Sejak tiba di sini kami seperti di kampung sendiri. Kami merasa di rumah sendiri,” kata Yorhans.
Ia mengatakan, selama mengikuti seluruh rangkaian Pesparawi Nasional XIV, kontingen NTT mendapat dukungan penuh dari warga Flobamora Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari. “Kami sangat terharu. Terima kasih banyak kepada Bapak Ketua PRBF Papua Barat, Bapak Clinton Tallo beserta jajaran pengurus dan seluruh masyarakat Flobamora Papua Barat serta Kabupaten Manokwari,” ujarnya.
Yorhans menuturkan, meskipun kontingen NTT akan kembali ke daerah asal, hubungan persaudaraan yang terjalin selama di Manokwari akan tetap dikenang dan dipelihara. “Kami akan kembali ke NTT, tetapi doa kami tetap menyertai bapak-ibu sekalian. Semoga kita dapat bertemu lagi pada waktu dan momen yang lain,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di Manokwari terdapat sikap atau tindakan dari anggota kontingen yang kurang berkenan. “Mohon maaf bila selama di sini kami membuat hal yang menyinggung perasaan bapak-ibu dan saudara-saudari sekalian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PRBF Papua Barat, Clinton Tallo, mengatakan kehadiran kontingen NTT di Manokwari menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Flobamora di Papua Barat. “Kapan lagi kita bertemu. Momen Pesparawi ini yang mempertemukan kita,” katanya.
Clinton mengungkapkan, saat ini PRBF Papua Barat sedang membangun sekretariat sebagai pusat kegiatan dan kebersamaan warga Flobamora di tanah Papua.
Ia berharap setelah pembangunan selesai dan sekretariat diresmikan, para kepala daerah di NTT dapat hadir untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat Flobamora yang merantau di Papua Barat. “Jika sekretariat sudah selesai dan diresmikan, kami akan mengundang Gubernur NTT, wali kota, dan para bupati di NTT. Kami berharap ketika ada undangan nanti, bapak gubernur, wali kota, dan para bupati bisa hadir sekaligus melihat keadaan kami di sini,” ujarnya.
Kepada kontingen NTT, Clinton berpesan agar komunikasi dan hubungan kekeluargaan dengan warga Flobamora di Papua Barat terus dijaga meskipun telah kembali ke daerah masing-masing.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan Pesparawi terdapat pelayanan atau sikap yang kurang berkenan. “Mohon maaf bila selama di sini pelayanan kami kurang memuaskan dan ada sikap yang tidak berkenan,” katanya.
Ketua PRBF Kabupaten Manokwari, Eduardus Haleserens, turut mengapresiasi kebersamaan dan kekompakan yang terjalin selama pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.
Menurutnya, semangat persaudaraan dan pelayanan yang ditunjukkan selama Pesparawi menjadi inspirasi bagi warga Flobamora di tanah rantau untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan pelayanan kepada Tuhan serta sesama.
“Semoga semangat ini dan semangat pelayanan yang dibawa dalam Pesparawi memotivasi warga Flobamora di tanah rantau untuk terus bersatu dan lebih giat dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama,” ujarnya.
Acara pelepasan tersebut menjadi momen penuh haru yang menegaskan eratnya ikatan persaudaraan warga Flobamora, baik yang berada di NTT maupun yang menetap di Papua Barat. (SA01)








