Puluhan Peserta Pesparawi dari Dua Kontingen Diduga Keracunan, Dua Dapur Disuspend

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengungkapkan adanya dua kasus dugaan keracunan yang dialami puluhan peserta Pesparawi Nasional XIV di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Manokwari langsung melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap sejumlah dapur penyedia konsumsi peserta.

Menurut Mugiyono, peserta dari dua kontingen mengalami keluhan seperti bibir bengkak, mual, pusing hingga muntah setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.

“Memang tidak sampai ke rumah sakit, tetapi mereka merasa tidak nyaman. Setelah dicek ternyata kembali ke dapurnya,” kata Mugiyono, Rabu (24/6).

Ia menjelaskan, jumlah peserta yang diduga mengalami keracunan cukup banyak. Pada satu kontingen tercatat 17 orang mengalami keluhan, sementara pada kontingen lainnya sebanyak 18 orang.

“Jadi dugaannya keracunan. Yang satu 17 orang dan yang satunya lagi 18 orang, tetapi tidak sampai dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, ditemukan sejumlah persoalan pada dapur penyedia makanan. Di antaranya kondisi freezer yang tidak berfungsi optimal sehingga ikan yang disimpan tidak membeku dengan baik.

“Setelah dicek ternyata kembali ke dapur. Lokasi kulkas kurang dingin, ikannya kurang keras. Kalau di freezer ikan kurang keras berarti kemungkinan freezer terlalu penuh sehingga ikan tidak beku, atau ikan yang dibeli memang sudah tidak segar,” jelasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, panitia telah menginstruksikan seluruh penyedia konsumsi agar tidak menggunakan ikan yang sebelumnya disimpan dalam freezer untuk dimasak.

“Panitia sudah menginstruksikan tidak boleh memasak ikan yang dimasukkan dalam freezer. Kalau untuk makan siang, ikannya harus dibeli pagi dalam kondisi segar,” tegas Mugiyono.

Meski tidak menyebutkan secara rinci nama kontingen yang terdampak, Mugiyono mengatakan peserta yang mengalami dugaan keracunan berasal dari kontingen Sulawesi dan Kalimantan.

Selain menemukan persoalan pada penyimpanan bahan makanan, hasil pemantauan juga menunjukkan masih ada sejumlah dapur yang belum mengantongi surat keterangan laik kesehatan dari Dinas Kesehatan.

“Dari 38 dapur, setelah kami berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, masih banyak yang belum memiliki surat laik kesehatan sehingga kami sarankan segera mengurusnya,” katanya.

Sebagai langkah tegas, dua dapur yang diduga menjadi sumber masalah telah disuspend sementara hingga memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan Dinas Kesehatan.

“Dua dapur tersebut telah disuspend sampai memenuhi syarat-syarat yang dipersyaratkan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Mugiyono menambahkan, seluruh dapur yang melayani peserta Pesparawi juga berada dalam pengawasan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi). Pengawasan dilakukan untuk memastikan kualitas makanan, kebersihan dapur, serta kecukupan gizi bagi para peserta.

Kedua dapur yang disuspend juga telah diberikan sejumlah rekomendasi perbaikan, terutama terkait kebersihan dapur, fasilitas pencucian, dan sistem penyimpanan bahan makanan.

“Dua dapur tersebut sudah diberikan masukan untuk memperbaiki kondisi dapur, tempat pencucian, dan penyimpanan bahan makanan,” jelasnya.

Menurut Mugiyono, meskipun tuan rumah Pesparawi Nasional XIV adalah Provinsi Papua Barat, pelaksanaannya berlangsung di Kabupaten Manokwari, sehingga pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh peserta merasa aman dan nyaman.

“Bagaimanapun mereka adalah tamu kita yang sedang mengikuti lomba. Jangan sampai mereka terganggu dan tidak bisa mengikuti perlombaan secara maksimal karena makanan yang mereka konsumsi,” pungkasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *