10 Anggota Aktif TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Kembali ke Pangkuan NKRI

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sebanyak 10 anggota aktif Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap IV Sorong Raya bersama keluarganya memutuskan kembali ke pangkuan NKRI dan bersumpah setia kepada NKRI serta Pancasila.

Mereka telah mengucapkan ikrar dan sumpah setia kepada NKRI dalam upacara di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Kamis (25/6), yang disaksikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, unsur Forkopimda Papua Barat, serta Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto yang bertindak sebagai pembina upacara mengatakan, masyarakat menyaksikan langsung proses pengucapan ikrar dan sumpah setia tersebut.“Dengan keyakinan penuh dan suara lantang saudara-saudara kita ini mengucapkan ikrar dan sumpah setia kepada NKRI yang disambut riuh oleh keluarga, tokoh adat, pemuka agama, kepala distrik, serta ratusan masyarakat Manokwari, Papua Barat,” kata Lucky dalam amanatnya.

Kepada Satgas TNI, eks anggota TPNPB-OPM tersebut mengungkapkan kebrutalan kelompok separatis OPM yang kerap menebar teror, merampas harta benda, hasil bumi dan ternak rakyat, memperkosa wanita desa, melukai bahkan tidak sungkan membunuh siapa pun yang menolak atau tidak mendukung gerakan mereka.

Menurut Lucky, peran personel Satgas TNI yang humble dan memiliki jiwa sosial tinggi, sebagaimana diteladankan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, telah menyentuh hati sekaligus menggugah rasa simpati dan empati para simpatisan hingga anggota aktif TPNPB-OPM.

Selain itu, pendekatan Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III yang menitikberatkan pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Papua, lambat laun mematahkan stigma negatif terhadap pemerintah, khususnya TNI, yang selama ini ditanamkan TPNPB-OPM kepada masyarakat di Bumi Cenderawasih.

Dalam kesempatan tersebut, Lucky mengajak anggota TPNPB-OPM lainnya yang masih berada di pedalaman, pegunungan maupun lembah Papua untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. “Saya mengajak saudara-saudara kita lainnya, kaka-kaka dan adik-adik yang berada di pedalaman rimba maupun puncak gunung dan lembah Papua untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada 10 anggota aktif TPNPB-OPM yang dengan tulus ikhlas mengucapkan ikrar dan sumpah setia kepada NKRI. “Ini bukan sekadar sebuah ucapan, melainkan langkah berani untuk membuka lembaran baru demi masa depan Papua yang lebih damai, maju, dan sejahtera,” katanya.

Lucky menegaskan, peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa persaudaraan, cinta tanah air, dan harapan akan masa depan yang lebih baik selalu lebih kuat daripada perpecahan dan permusuhan.

“Mari kita bergandengan tangan, menyatukan hati dan tekad, membangun Papua dengan kasih, dengan kejujuran, dan dengan semangat gotong royong. Dari tanah bersejarah Manokwari, tempat awal masuknya peradaban di tanah Papua, kita teguhkan komitmen untuk menjaga kedamaian, merawat persatuan, dan mewariskan harapan bagi generasi Papua di masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. “Bersama NKRI, mari kita wujudkan tanah Papua yang aman, damai, bermartabat, dan penuh berkat bagi seluruh anak negeri,” tutup Lucky. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *