Kabut Asap Selimuti Manokwari, Trisep Kambuaya Desak Dinas Pendidikan Liburkan Sekolah

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Wakil Ketua Komisi IV DPRK Manokwari dari Fraksi PDI Perjuangan, Trisep Kambuaya, S.IK, meminta Pemerintah Kabupaten Manokwari segera mengambil langkah untuk melindungi peserta didik menyusul kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Kota Manokwari, Selasa (6/10).

Trisep mengatakan, berdasarkan pantauan lapangan, jarak pandang di sejumlah wilayah berkisar 500 hingga 1.000 meter. Kondisi tersebut juga disertai aroma asap yang menyengat dan keluhan warga terkait gangguan kesehatan, termasuk anak-anak yang mengeluhkan sesak serta mata perih.

“Saya menanggapi serius kondisi kabut asap yang sampai hari ini, Selasa (6/10), menyelimuti dan menutupi hampir seluruh wilayah Kota Manokwari,” kata Trisep.

Ia mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari segera mengambil langkah untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara, termasuk mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan sederajat apabila kondisi udara membahayakan kesehatan peserta didik.

Menurut Trisep, keselamatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran selama kondisi kabut asap masih terjadi. Pemerintah juga perlu memastikan keputusan tersebut didasarkan pada pemantauan kualitas udara dan perkembangan kondisi di lapangan.

Desakan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan layanan pendidikan pada satuan pendidikan di daerah terdampak asap karhutla. Kebijakan tersebut mengatur penyesuaian layanan pendidikan berdasarkan kondisi kualitas udara, tingkat risiko kesehatan, serta kebutuhan peserta didik.

Selain sektor pendidikan, Trisep meminta Bupati Manokwari menginstruksikan BPBD, Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap.

Ia mengusulkan pembukaan posko layanan kesehatan, penyediaan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, serta kesiapsiagaan layanan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Pendidikan penting, tapi keselamatan dan kesehatan anak jauh lebih penting. Jangan tunggu korban baru bertindak. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Trisep berharap pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah cepat sesuai kondisi serta ketentuan yang berlaku, sehingga aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, tetap dapat berlangsung dengan mengutamakan keselamatan. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *