MANOKWARI, SURYA ARFAK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan Sakinah (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah) sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 di Provinsi Papua Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Hikmah, Jumat (6/3/2026) tersebut diikuti lebih dari 550 santri dan tenaga pengajar dari pondok pesantren serta MTs Negeri di Distrik Aimasi. Program ini menjadi langkah strategis OJK dalam menanamkan pemahaman pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah sejak usia dini.
Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengatakan momentum bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat untuk semakin mengenal dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah.
“Momentum Ramadan yang penuh kebaikan ini menjadi saat yang tepat bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan menggunakan produk serta layanan keuangan syariah agar ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadan menjadi lebih berkah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterampilan dalam mengelola keuangan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran juga menjadi hal penting yang perlu dipahami masyarakat guna mendukung tercapainya kesejahteraan finansial.
“Melalui kepemilikan rekening SimPel iB, para santri diharapkan dapat membangun budaya menabung sejak dini serta mengelola keuangan secara bijak sesuai prinsip syariah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Darussalam Manokwari, Maftukhin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan bagi para santri, tetapi juga bagi para guru serta masyarakat di lingkungan pesantren mengenai kemudahan akses produk dan layanan keuangan syariah.
“Kegiatan ini memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Rofiul Amri, yang berharap kegiatan edukasi keuangan syariah dapat terus dilaksanakan secara berkala bagi pelajar.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan pelajar akan membuka kesempatan bagi siswa di Papua untuk lebih siap bersaing dengan pelajar di daerah lain dalam berbagai kompetisi terkait ekonomi dan keuangan syariah.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan inklusi keuangan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan 500 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) iB bagi santri Pondok Pesantren Darussalam Manokwari dan pelajar MTs Negeri di Distrik Aimasi.
OJK menegaskan akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar dan pelaku UMKM, guna mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan. (***/SA01)








