MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengapresiasi langkah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manokwari yang mengirim mama-mama Papua mengikuti pelatihan di Yogyakarta sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya orang asli Papua (OAP).
Hermus menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas SDM agar mampu bersaing di era modern.
“Itu bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas SDM kita. Kita ingin membuktikan bahwa kita pun bisa berbuat sesuatu di kota dan kabupaten ini. Kalau tidak, kita akan tertinggal,” kata Hermus, Rabu (10/6).
Ia menyebut, saat ini masyarakat berada di era persaingan global yang menuntut kualitas dan kemampuan adaptasi tinggi. Menurutnya, hanya mereka yang memiliki kualitas yang mampu bertahan dalam kompetisi.
“Yang memiliki kualitas akan memenangkan kompetisi. Yang tidak memiliki kualitas, yang masih hidup dalam kebiasaan lama akan tereliminasi, bahkan termarginalisasi dari poros kemajuan,” ujarnya.

Hermus menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas generasi muda Papua melalui pendidikan dan pembelajaran berkelanjutan.
“Anak-anak Papua harus bisa, dan untuk menjadi bisa harus belajar setiap saat, setiap waktu,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menurutnya harus dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
“Kita sekarang di zaman AI. AI sudah memudahkan kita, tetapi kita juga harus mampu menggunakan logika dan teknologi agar pekerjaan lebih efektif dan produktif,” katanya.
Hermus menambahkan bahwa kemampuan beradaptasi dengan perkembangan global menjadi kunci utama agar SDM Papua tidak tertinggal dalam kompetisi. “Anak-anak yang tidak beradaptasi dengan perkembangan global saya yakin tidak bisa bersaing,” ujarnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi fokus utama pembangunan Kabupaten Manokwari ke depan. (SA01)








