Meriahkan HUT ke-170 Pekabaran Injil, Dekranasda Manokwari Gelar Lomba Hias Perahu Layar Berhadiah Puluhan Juta

Manokwari, SURYA ARFAK – Memeriahkan HUT ke-170 Pekabaran Injil (PI) di tanah Papua, Dekranasda Kabupaten Manokwari menggelar lomba hias perahu layar. Lomba dengan total hadiah Rp69 juta ini terbuka untuk umum.

Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, mengatakan untuk memeriahkan HUT PI ke-170 tahun 2025, Dekranasda dengan dukungan Pemkab Manokwari menggelar lomba hias perahu layar.

“Lomba ini juga sesuai dengan visi Bapak Bupati Manokwari, yakni mewujudkan Manokwari sebagai kota peradaban, sehingga ini menjadi penting dalam merayakan tahun yubileum HUT Pekabaran Injil,” ungkap Febelina, Kamis (16/1/2025).

Febelina merincikan hal-hal yang menjadi kriteria penilaian yakni kapal atau perahu berada di darat, panjang maksimal 5 meter dan tinggi maksimal 3 meter, menggunakan layar dengan lebar 2 meter, menggunakan musik bernuansa gerejawi, penggunaan lampu hias, penamaan kapal atau perahu, serta ornamen pendukung berupa foto kedua sending yakni Ottow dan Geissler.

“Pendaftaran pada 14-24 Januari 2025, technical meeting pada 25 Januari 2025, dan penilaian dilaksanakan pada 27 Januari hingga 3 Februari 2025,” katanya.

Untuk hadiah lomba, lanjut Febelina, juara I sebesar Rp15 juta, juara II Rp13 juta, juara III Rp11 juta, harapan I Rp9 juta, harapan II Rp8 juta, harapan III Rp7 juta, dan juara favorit Rp6 juta.

“Kami harapkan partisipasi dari masyarakat khususnya masyarakat Manokwari dan pulau Mansinam dalam lomba ini guna menyemarakkan HUT Pekabaran Injil tahun 2025,” ujarnya.

Febelina juga yakin melalui lomba tersebut dapat menggali potensi kreativitas generasi muda, memperkenalkan kekayaan seni lokal, dan membangun kebanggaan atas identitas budaya.

“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata karena akan hadir di sini keterwakilan dari enam provinsi dan kabupaten/kota lain di tanah Papua, sehingga ini akan sangat menarik serta memperkuat hubungan masyarakat dengan sejarah dan nilai-nilai keagamaan yang diwariskan melalui Pekabaran Injil,” paparnya.

Febelina menjelaskan perahu yang dilombakan yakni perahu yang membawa Ottow dan Geissler memiliki makna yang sangat mendalam dalam sejarah Pekabaran Injil di tanah Papua.

Perahu tersebut bukan sekadar alat transportasi tetapi menjadi simbol perjalanan iman, keberanian, dan misi membawa terang Injil di wilayah yang belum mengenal kabar keselamatan.

Perahu itu juga simbol perjalanan rohani, makna pengorbanan dan ketulusan, simbol penyebaran terang dan harapan, serta ikon awal peradaban baru.

“Makna perahu ini diharapkan terus dikenang sebagai bagian terpenting dari sejarah perjalanan iman di tanah Papua khususnya di kabupaten Manokwari dan terutama dalam momentum memperingati 170 tahun Pekabaran Injil mengingatkan generasi masa kini untuk melanjutkan perjuangan membawa terang kasih Kristus kepada sesama,” tukas Febelina.(SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *