MANOKWARI, SURYA ARFAK – Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimaknai Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Manokwari dengan menegaskan komitmen untuk melindungi dan mempersiapkan anak sebagai aset bangsa sejak dini.
Plt Kepala DP3AKB Kabupaten Manokwari, Alberthina Porulery, mengatakan anak merupakan aset bangsa yang menjadi modal utama pembangunan berkelanjutan sehingga harus dijaga dan dirawat dengan baik.
“Saya pribadi melihat anak adalah aset bangsa. Namanya aset, kita perlu jaga dan rawat dengan baik karena aset ini menjadi modal utama pembangunan yang berkelanjutan dan jangka panjang. Aset inilah yang perlu kita perhatikan,” katanya, Kamis (23/7).
Menurut Alberthina, upaya perlindungan anak di Kabupaten Manokwari dimulai sejak sebelum kelahiran. Bahkan, pendampingan telah dilakukan kepada calon ibu sebelum memasuki jenjang pernikahan.
“Kami di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Kabupaten Manokwari mulai menjaga aset ini sejak dalam kandungan ibu, bahkan sebelum ibu menikah sudah ada pendampingan. Tenaga-tenaga lapangan akan memberikan pendampingan kepada mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendampingan tersebut bertujuan mencegah berbagai risiko yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, terutama stunting. Setelah anak lahir, perhatian dilanjutkan melalui upaya perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.
“Khusus pencegahan risiko stunting sudah menjadi program rutin kami yang dilaksanakan bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Papua Barat. Setelah lahir, anak-anak juga harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan,” jelasnya.
Menurut Alberthina, perlindungan terhadap anak harus dilakukan secara berkesinambungan agar mereka dapat tumbuh sehat, aman, dan menjadi generasi penerus yang berkualitas bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (SA01)








