Demi Kesuksesan Program MBG, Kemenkes Ingatkan SPPG Menjaga Kesehatan Petugas

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat ditentukan oleh kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk seluruh petugas dan relawan yang terlibat di dalamnya. Karena itu, setiap makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat harus dipastikan dalam kondisi sehat, bersih, dan bergizi.

Administrator Kesehatan Madya Kementerian Kesehatan, Yahidin, menegaskan bahwa salah satu aspek penting yang harus diperhatikan SPPG adalah kesehatan para petugas dapur.

“Semua petugas SPPG harus melakukan cek kesehatan secara berkala, minimal setahun sekali. Datangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan. Jangan sampai ada petugas yang mengidap penyakit menular yang berpotensi menular kepada anak-anak penerima manfaat,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, di Manokwari, Selasa (3/3/2016).

Menurutnya, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, para petugas SPPG sekaligus ikut menyukseskan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Dengan cek kesehatan, berarti kita melaksanakan dua program sekaligus, yaitu CKG dan MBG,” katanya.

Yahidin juga mengingatkan tiga hal penting yang harus diterapkan agar MBG tetap bersih, sehat, dan aman dikonsumsi.

Pertama, bahan makanan harus dipilah dan disimpan dengan benar. Bahan makanan basah dipisahkan dari bahan makanan kering, serta disimpan sesuai standar keamanan pangan.

Kedua, seluruh petugas wajib mencuci tangan sebelum memulai setiap proses pengolahan makanan.

“Setiap tahapan harus diawali dengan mencuci tangan. Pastikan tangan dalam keadaan bersih saat mengolah bahan makanan. Jika kondisi kesehatan kurang maksimal, gunakan masker,” tegasnya.

Ketiga, makanan yang telah siap tidak boleh dibiarkan terlalu lama sebelum didistribusikan.

“Penyajian makanan jangan lebih dari empat jam. Makanan yang sudah siap harus segera didistribusikan agar bisa langsung dikonsumsi. Kalau terlalu lama, berpotensi timbul bakteri,” jelasnya.

Ia menegaskan, apabila tiga prinsip tersebut dijalankan dengan disiplin, maka kualitas MBG yang didistribusikan kepada penerima manfaat akan tetap terjaga dan terhindar dari masalah.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, mengatakan bahwa saat ini program MBG menjadi perhatian luas masyarakat, terutama terkait aspek keamanan dan mutu makanan. Karena itu, seluruh proses mulai dari penyiapan bahan, pengolahan, hingga distribusi harus benar-benar diawasi.

“Program MBG sekarang banyak disorot, khususnya soal keamanan makanan. Karena itu, proses dari dapur sampai ke tangan anak-anak harus dipastikan aman dan sehat untuk dikonsumsi,” ujar Obet.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap program MBG harus dijaga dengan standar kebersihan dan pengawasan yang ketat.

“Jangan sampai ada kelalaian dalam proses penyiapan maupun distribusi. Kalau kualitas dan keamanannya kita jaga bersama, maka program ini akan benar-benar memberi manfaat dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” tegasnya.

Obet berharap seluruh pelaksana SPPG di Papua Barat terus meningkatkan disiplin dan tanggung jawab agar MBG berjalan aman, berkualitas, dan berkelanjutan. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *