MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari memantau pelaksanaan ujian akhir sekolah jenjang SMA/SMK di sejumlah sekolah di Manokwari, Selasa (3/3/2026).
Sekolah yang dikunjungi antara lain SMA Negeri 3 Arfai, SMA Katolik St. Paulus, SMA Yapis Manokwari, dan SMA Oikumene Manokwari.
Usai pemantauan, Hermus berharap para siswa dapat menyelesaikan ujian dengan baik dan meraih cita-cita sesuai harapan pribadi, orang tua, maupun daerah.
“Kita berharap anak-anak kita menempuh dan menyelesaikan ujian dengan baik serta meraih cita-cita sesuai harapan mereka sendiri, orang tua, dan daerah,” ujarnya.
Selain meninjau langsung proses ujian, Bupati juga melihat kondisi sarana prasarana sekolah serta aktivitas guru dan tenaga kependidikan yang bersinergi dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam kunjungan tersebut, ia turut berinteraksi dengan guru dan peserta ujian guna mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses pendidikan.
“Mudah-mudahan semua problem pendidikan di satuan pendidikan dapat diinventarisasi dan diidentifikasi dengan baik untuk kemudian ditindaklanjuti dalam program penanganan,” katanya.
Ia berharap proses pembelajaran di seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Manokwari berlangsung baik dan bermutu, tidak ada anak yang putus sekolah, serta mutu pendidikan terus meningkat agar lulusan mampu melanjutkan ke perguruan tinggi atau jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Pardjiyanti, menjelaskan ujian akhir sekolah diikuti siswa kelas XII dengan total 2.857 peserta, terdiri atas 1.941 siswa SMA dan 916 siswa SMK. Peserta tersebut tersebar di 17 SMA dan 8 SMK.
Pelaksanaan ujian menggunakan beberapa metode, yakni berbasis Android, Computer Based Test (CBT), dan berbasis kertas. Untuk SMK, hampir seluruhnya menggunakan sistem CBT, sedangkan SMA sebagian masih menggunakan kertas dan sebagian CBT, dengan sekitar 10 sekolah berbasis CBT.
Menurutnya, penggunaan kertas disesuaikan dengan karakteristik dan kesiapan fasilitas sekolah. Ada sekolah yang memiliki perangkat namun belum mencukupi untuk seluruh siswa. Selain itu, pertimbangan konsentrasi siswa juga menjadi alasan.
“Kadang kalau berbasis CBT anak-anak kurang fokus dibandingkan membaca di kertas. Karena ini ujian akhir yang menentukan kelulusan, sekolah memilih metode yang membantu konsentrasi siswa,” jelasnya.
Ujian akhir sekolah dilaksanakan selama enam hari. Khusus sekolah Advent yang libur pada hari Sabtu, ujian hari terakhir akan dilaksanakan pada Senin pekan depan. (SA01)








