YOGYAKARTA, SURYA ARFAK — Pelatihan kerajinan kriya yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manokwari bekerja sama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta sukses dilaksanakan, meninggalkan capaian yang membanggakan sekaligus harapan besar bagi masa depan perajin binaan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua minggu ini dirancang secara komprehensif, dimulai dari tahap dasar hingga pengembangan keterampilan lanjutan. Pada minggu pertama, sebanyak 10 perajin lokal Manokwari mengikuti pelatihan intensif yang memadukan praktik langsung dengan penguatan teori melalui materi tertulis yang sistematis.
Para peserta dibimbing mengenal bahan dasar, memahami karakteristik material, hingga menguasai teknik pengolahan yang tepat. Selain itu, mereka juga dibekali pengetahuan tentang desain, standar kualitas, serta pengelolaan usaha guna membentuk fondasi kuat dalam menghasilkan karya kriya bernilai tinggi.
Memasuki minggu kedua, lima peserta melanjutkan ke tahap pengembangan keterampilan lanjutan dengan pendampingan lebih intensif. Mereka mengasah kemampuan di bidang membatik, menenun, merajut, serta seni ukir kayu, dalam suasana pembelajaran yang inspiratif.

Penutupan pelatihan pada 30 April 2026 di BBKB Yogyakarta berlangsung hangat dan penuh apresiasi. Kepala BBKB Yogyakarta, Zya Labiba, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Dekranasda Kabupaten Manokwari, khususnya Ketua Dekranasda, Febelina Indou.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen kuat dalam memajukan perajin lokal. Dukungan yang konsisten menjadi penggerak tumbuhnya kreativitas dan kemandirian para perajin,” ujarnya.
Ia menilai para peserta dari Manokwari menunjukkan potensi yang besar dan diyakini mampu terus berkembang menghasilkan karya kriya yang bernilai estetika dan ekonomi.

“Ke depan, kami berharap para perajin mampu memadukan keterampilan teknis dengan kekuatan desain yang inovatif dan berkarakter, sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Zya Labiba juga membuka peluang kerja sama berkelanjutan dengan Dekranasda Manokwari guna mendukung pembinaan perajin secara konsisten.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, melalui Ketua Harian Dekranasda, Herman Y. Rona, menyampaikan apresiasi atas dedikasi BBKB Yogyakarta dalam membina perajin Manokwari.

“Pelatihan ini bukan sekadar proses belajar, tetapi investasi masa depan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat berkembang dan melahirkan karya kriya unggulan yang mencerminkan identitas budaya Manokwari,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan dukungan berkelanjutan, para perajin diharapkan mampu bangkit, berinovasi, serta menjadi pilar penting dalam penguatan ekonomi kreatif daerah.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, para perajin tidak hanya membawa pulang keterampilan baru, tetapi juga semangat dan kepercayaan diri untuk berkembang. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya perajin lokal yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (SA01)








