Manokwari, SURYA ARFAK – Pemkab Manokwari mengikuti penegasan pemerintah pusat untuk mengusulkan tenaga honorer diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Namun demikian, Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan bahwa honorer yang diusulkan hanya mereka yang berkinerja dan berkarakter baik.
Hermus mengatakan pemerintah pusat pasti sudah memikirkan yang terbaik untuk bangsa dan negara, terutama untuk pengangkatan honorer menjadi PPPK.
Khusus di Pemkab Manokwari, kata Hermus, kebijakan tersebut sangat tepat karena banyak honorer daerah yang memang tidak produktif.
“Jadi kita coba prioritaskan yang produktif saja untuk kita angkat jadi pegawai PPPK,” ungkapnya, usai mengikuti acara Lepas Sambut Tahun 2024-2025 yang digelar DPD PWKI Papua Barat, Rabu (22/1/2025) malam.
Hermus menegaskan, Pemerintah Kabupaten Manokwari akan selektif dan lebih memprioritaskan honor-horor daerah yang selama ini tingkat kehadirannya baik, menunjukkan loyalitas, berdedikasi, pelayanan, dan kinerjanya baik dalam meningkatkan kinerja instansi tempat dia bekerja maupun membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan daerah.
“Jadi ini yang menjadi prioritas kita. Dan sebagai pemerintah daerah kita siap untuk mengamankan apa yang menjadi keputusan dan juga kebijakan pusat,” katanya.
Menurut Hermus, APBD Kabupaten Manokwari juga digerogoti oleh honorer daerah, namun Pemkab Manokwari berkomitmen untuk mempertahankannya.
Akan tetapi, lanjut Hermus, ada kebijakan dari pemerintah pusat, sehingga Pemkab Manokwari akan menyesuaikan dengan mengusulkan honorer untuk diangkat menjadi PPPK.
Namun demikian, Hermus tegaskan lagi bahwa yang diusulkan hanya honorer yang berkinerja dan berkarakter baik untuk diangkat menjadi PPPK.
“Iya, yang berkinerja baik saja. Yang selama ini merongrong wibawa pemerintahan daerah dan sebagainya kita juga melihat itu sebagai sebuah penilaian bahwa ternyata pegawai honorer yang bersangkutan itu kemudian tidak beretika dan tidak bermoral,” tandas Hermus.(SA01)








