Manokwarai, SURYA ARFAK – Ketika Pilkada berlangsung, terjadi polarisasi politik yang mengkotak-kotakkan ASN. Ada ASN yang mendukung calon tertentu, ada yang mendukung calon lain, dan ada pula ASN yang netral.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan bahwa polarisasi terhadap ASN merupakan hal biasa yang terjadi dalam politik.
“Polarisasi dan pemanfaatan ASN sudah biasa terjadi karena katanya siapa yang kuasai ASN dialah yang memenangi kontestasi Pilkada,” ungkap Hermus, Senin (10/3/2025).
Namun, kata Hermus, fakta membuktikan bahwa polarisasi terhadap ASN ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil.
“Karena itu, ketika politik diakhiri dengan pelantikan kami (Hermus Inndou dan Mugiyono), artinya proses politik telah selesai dan hari ini kita bersama masuk dalam proses yang baru, proses pemerintahan dan pembangunan yang membutuhkan integritas, persatuan ASN, dan semua masyarakat,” katanya.
Hermus lalu memberikan apresiasi dan penghargaan kepada ASN yang menunjukkan kesetiaan dan loyalitas kepada dirinya dan Edi Budoyo selama memimpin Manokwari empat tahun terakhir.
Hal itu, lanjut Hermus, memberikan bukti untuk meyakinkan masyarakat, sehingga sebagian besar masyarakat memutuskan memilih dirinya dan Mugiyono untuk memimpin Manokwari lima tahun ke depan.
“Atas nama saya dan Pak Edi Budoyo yang telah selesai masa jabatannya, kami sampaikan terima kasih karena bapak-ibu bekerja dengan baik. Itu bagian dari dukungan bapak-ibu kepada kami, sehingga diperhitungkan dan memenangkan Pilkada 2024,” tukas Hermus. (SA01)








