MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, didampingi Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, dan pimpinan perangkat daerah meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Puskesmas Wosi, Kamis (20/8). Puskesmas tersebut akan dibangun dua lantai dan dilengkapi fasilitas rawat inap.
Hermus mengatakan pembangunan Puskesmas Wosi memiliki tiga dimensi strategis, salah satunya terkait pelayanan publik di bidang kesehatan. Pemerintah Kabupaten Manokwari ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar kesehatan yang baik dan berkualitas.
“Ini pelayanan dasar dan harus dilakukan secara baik. Kalau tidak, masyarakat akan susah karena menyangkut hidup dan mati manusia. Kalau kita tidak siapkan fasilitas pelayanan kesehatan yang baik dan memberikan kesehatan yang baik, kita yang salah,” kata Hermus.
Menurutnya, Kelurahan Wosi merupakan salah satu kawasan strategis dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Namun, fasilitas kesehatan yang tersedia belum sebanding dengan kepadatan dan pertumbuhan penduduk sehingga diperlukan fasilitas kesehatan yang memadai dan representatif.
Dimensi kedua, kata Hermus, pembangunan Puskesmas Wosi merupakan bagian dari transformasi Kabupaten Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat. Menurutnya, sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Manokwari sudah berusia cukup lama dan tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan zaman.
“Kita ingin membuktikan bahwa Manokwari dari waktu ke waktu terus berubah. Kita ingin semua Puskesmas baik dan memberikan pelayanan kesehatan secara optimal,” ujarnya.
Selain Puskesmas Wosi, Pemkab Manokwari juga akan meningkatkan kapasitas dan kualitas Puskesmas Sanggeng yang saat ini masih memiliki keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia.
Dimensi ketiga, pembangunan gedung baru Puskesmas Wosi ditujukan untuk memperkuat peran Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama sekaligus mengurangi beban pelayanan di RSUD Manokwari.
“Kalau Puskesmas kita berkualitas, orang sakit tidak langsung ke rumah sakit. Mari kita pastikan bahwa Puskesmas-Puskesmas di pusat kota kualitas pelayanannya harus sama dengan rumah sakit,” katanya.
Hermus menegaskan peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada pembangunan gedung dan penyediaan fasilitas, tetapi juga harus didukung tenaga kesehatan, termasuk dokter yang tersedia di Puskesmas. Hal tersebut semakin penting karena Puskesmas Wosi nantinya akan memberikan pelayanan rawat inap.
Ia menambahkan, pembangunan Puskesmas Wosi telah menjadi pergumulan selama kurang lebih 20 tahun. Karena itu, setelah gedung selesai dan mulai dioperasikan, seluruh tenaga kesehatan diminta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, mengatakan Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemkab Manokwari terus berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan untuk meningkatkan akses, mutu, dan pemerataan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, pembangunan Puskesmas Wosi merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Manokwari meningkatkan kualitas sarana pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Wosi dan sekitarnya.
Pembangunan tersebut diharapkan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, menyediakan sarana pelayanan yang memadai, aman, dan representatif, serta mendukung berbagai program kesehatan masyarakat di Kabupaten Manokwari.
“Puskesmas ini akan dibangun dua lantai dengan luas bangunan lantai satu dan dua mencapai 1.500 meter persegi serta diperkirakan memakan waktu sekitar empat bulan. Selain pembangunan Puskesmas, kita juga lengkapi dengan mobil ambulans,” kata Alexander. (SA01)








