MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan masih ada pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari yang bekerja tanpa rasa memiliki terhadap pemerintahan dan daerah.
Hal tersebut disampaikan Hermus saat acara lepas sambut Tahun 2025–2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Manokwari, Jumat (9/1/2026).
Hermus menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Manokwari adalah satu kesatuan, yang mencakup bupati dan wakil bupati beserta seluruh jajaran, termasuk DPRK Manokwari.
“Kita adalah Pemkab Manokwari. Kalau acara ini dari, oleh, dan untuk kita semua, maka rasa memiliki harus ada dalam diri kita,” tegas Hermus.
Namun, ia menilai masih ada aparatur yang bekerja di pemerintahan tanpa kepedulian, bahkan bermental “anak kos”.
“Anak kos itu tinggal di rumah orang, tapi rumah rusak atau bersih tidak mau ambil pusing. Ada mental seperti ini di pemerintahan,” ungkapnya.
Hermus meminta seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab Manokwari untuk tidak bersikap acuh tak acuh dan merusak tatanan pemerintahan karena tidak memiliki rasa tanggung jawab.
“Tidak boleh bermental anak kos yang tidak punya rasa memiliki. Mau bikin rusak atau hancur, masa bodoh. Mulai hari ini saya ingatkan, tingkatkan rasa memiliki pemerintahan dan daerah ini,” ujarnya.
Selain itu, Hermus juga mengkritik pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan dari Manokwari tanpa memberikan kontribusi balik bagi daerah.
“Ada yang hanya keruk keuntungan di sini lalu invest di tempat lain. Saya katakan tidak boleh bermental eksavator. Papua dan Manokwari bukan kebun,” tegasnya.
Ia menambahkan, siapa pun yang hidup dan mencari penghidupan di Manokwari harus memiliki tanggung jawab moral untuk membangun daerah.
“Kalau Anda makan di sini, bertanggung jawablah di sini. Mari kita sama-sama bertanggung jawab dan lakukan yang terbaik untuk Kabupaten Manokwari,” tutup Hermus. (SA01)








