Bupati Hermus Berharap Persekutuan Hamba Tuhan Gereja Pantekosta Tabernakel BPW XIII Lahirkan Semangat Baru Pelayanan

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Hamba-hamba Tuhan (Fellowship) Gereja Pantekosta Tabernakel Badan Pengurus Wilayah (BPW) XIII menggelar ibadah persekutuan, Rabu (18/2/2026). Bupati Manokwari Hermus Indou berharap para hamba Tuhan menjadi teladan dalam menjaga kemurnian iman serta pembimbing rohani bagi generasi muda.

Ia menilai kegiatan persekutuan tersebut memiliki makna mendalam, selain memperkuat iman dan pelayanan juga mempererat hubungan antar pelayan Tuhan lintas daerah. Dalam kebersamaan itu, semangat persaudaraan dan kasih Kristus diharapkan semakin nyata dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

“Manokwari dikenal sebagai kota Injil, tempat di mana kabar keselamatan pertama kali diberitakan di Tanah Papua. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan rohani seperti ini memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi. Momentum ini mengingatkan kembali panggilan iman untuk terus menjadi terang dan garam bagi dunia, sebagaimana diwariskan para misionaris terdahulu,” kata Hermus dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt Kepala Dinas Sosial Manokwari, Ferdy M. Lalenoh, S.STP.

Pemerintah Kabupaten Manokwari, lanjutnya, menyadari peran gereja dan para hamba Tuhan sangat penting dalam membangun masyarakat yang beriman, beretika, dan berkarakter. Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan moral dan sosial yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Dalam konteks pembangunan, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dinilai menjadi kunci. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan spiritual dan moral para pemimpin rohani. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan memperkuat kolaborasi gereja dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

Hermus juga menyoroti tantangan pelayanan di era modern yang semakin kompleks akibat arus globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial. Gereja diharapkan mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai rohani yang mendasar, sementara para hamba Tuhan tetap menjadi teladan iman bagi generasi muda.

Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan yang membangun spiritualitas masyarakat melalui kebijakan yang berpihak pada penguatan nilai keagamaan, toleransi antarumat beragama, serta pemberdayaan masyarakat berbasis iman dan kasih.

Ia menambahkan, Manokwari sebagai rumah bersama berbagai suku, agama, dan budaya membutuhkan peran aktif semua pihak dalam menjaga kerukunan. Gereja memiliki tanggung jawab moral menjadi pelopor perdamaian dan persatuan sebagaimana ajaran Kristus tentang kasih dan pengampunan.

Melalui persekutuan ini, diharapkan lahir semangat baru dalam pelayanan, di mana setiap hamba Tuhan menjadi pembawa damai, penggerak perubahan, dan pelayan yang rendah hati agar pelayanan gereja tetap relevan serta berdampak bagi masyarakat luas.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ibadah persekutuan hamba-hamba Tuhan ini berjalan lancar, penuh sukacita, dan membawa hasil baik bagi pertumbuhan iman serta pelayanan gereja di wilayah BPW XIII,” ujarnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *