BPOM Manokwari Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Ramadan hingga Idul Fitri, Obet Rumbruren Beri Apresiasi

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran pangan menjelang bulan Ramadan hingga Idul Fitri guna memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman untuk dikonsumsi.

Kepala BPOM di Manokwari, Agustince Werimon, S.Farm., Apt, mengatakan pengawasan tersebut merupakan bagian dari program intensifikasi pengawasan pangan yang rutin dilakukan setiap menjelang hari besar keagamaan.

Hal itu disampaikannya dalam sosialisasi pangan aman bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, di Manokwari, Rabu (11/3/2026).

“Dalam rangka hari raya kami sudah bergerak sejak satu minggu sebelum bulan Ramadan. Bahkan satu bulan sebelum puasa kami sudah melakukan intensifikasi pengawasan,” kata Agustince.

Ia menjelaskan, pengawasan tersebut merupakan tambahan dari kegiatan pengawasan rutin yang biasanya dilakukan setiap bulan. Intensifikasi dilakukan sejak minggu pertama sebelum Ramadan hingga minggu pertama setelah Idul Fitri.

Selama periode itu, tim BPOM turun setiap minggu untuk melakukan pengawasan di berbagai sarana distribusi pangan.

“Yang diawasi adalah sarana distributor pangan, kemudian parcel. Dicek apakah ada izin edar, apakah sudah kedaluwarsa, atau ada kerusakan pada produk,” ujarnya.

Selain itu, BPOM juga melakukan pengawasan terhadap makanan berbuka puasa atau takjil yang dijual di masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, tim BPOM tidak hanya melakukan pemeriksaan tetapi juga memberikan edukasi kepada para pedagang.

“Kami juga mengambil sampel untuk diuji secara cepat menggunakan test kit melalui mobil laboratorium BPOM. Kemarin di Wosi sudah kami lakukan,” jelasnya.

Menurut Agustince, kegiatan intensifikasi pengawasan tersebut dilakukan setiap tahun selama Ramadan dan juga pada periode Natal serta Tahun Baru. Seluruh hasil pengawasan dilaporkan secara berkala kepada kantor pusat.

Ia menambahkan, pada 11 Maret lalu Kepala BPOM telah merilis hasil pengawasan tahap awal secara nasional. Meski demikian, pengawasan masih terus berlanjut hingga setelah Idul Fitri dan dilakukan di seluruh kabupaten.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman,” katanya.

Sementara itu, Obet Rumbruren mengapresiasi langkah BPOM yang secara rutin melakukan pengawasan pangan menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, pengawasan tersebut sangat penting untuk melindungi masyarakat dari peredaran pangan yang tidak layak konsumsi, terutama saat aktivitas jual beli meningkat selama Ramadan.

“Momentum Ramadan biasanya banyak aktivitas jual beli makanan. Karena itu, pengawasan harus diperketat agar masyarakat benar-benar mendapatkan pangan yang aman dan sehat,” ujar Obet. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *