MANOKWARI, SURYA ARFAK β Pemerintah Kabupaten Manokwari bersyukur karena puluhan sekolah di daerah itu telah menerima manfaat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam dua tahun terakhir. Pemkab berharap jumlah sekolah penerima program tersebut bertambah pada tahun depan agar semakin banyak satuan pendidikan yang memperoleh fasilitas belajar yang layak.
Bupati Manokwari Hermus Indou melalui Kepala Dinas Pendidikan, Parjiyanti, mengatakan program revitalisasi sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah untuk memperluas akses serta meningkatkan kualitas pendidikan. Hal itu disampaikannya pada Gelar Griya Sekolah Penerima Revitalisasi di SD Inpres 42 Taman Ria, Manokwari, Kamis (22/10).
Parjiyanti menjelaskan, pada 2025 terdapat 13 SD penerima program revitalisasi. Jumlah tersebut menjadi tiga sekolah pada 2026. Menurutnya, penurunan itu bukan disebabkan persoalan dalam pelaksanaan program, melainkan keterbatasan kuota anggaran untuk jenjang SD.
βIni bukan karena ada masalah, tetapi karena kuota anggaran yang terbatas untuk SD,β katanya.
Sementara itu, jumlah SMP penerima program meningkat dari tujuh sekolah pada 2025 menjadi 17 sekolah pada 2026. Untuk jenjang SMA, dua sekolah menerima manfaat pada 2024 dan tiga sekolah pada 2026, termasuk pembangunan gedung baru SMAN 4 Manokwari. Adapun untuk TK dan PAUD, yang belum menerima program pada 2025, pada 2026 terdapat belasan sekolah yang memperoleh manfaat.
Ia menilai program revitalisasi menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pendidikan, kata dia, merupakan fondasi utama bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan taraf hidup, dan mampu bersaing dengan daerah lain.
Dari sisi pemerataan, Parjiyanti menyebutkan bahwa dari 147 SD di Manokwari, baru 16 sekolah yang mendapatkan program revitalisasi. Sementara itu, jumlah seluruh sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK di daerah tersebut hampir mencapai 300 sekolah. Karena itu, ia berharap program ini terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak sekolah.
Terkait program digitalisasi pendidikan, Pemkab Manokwari juga mendorong para guru memanfaatkan teknologi dengan mengembangkan media pembelajaran digital tanpa meninggalkan kearifan lokal. Ia berharap revitalisasi dan digitalisasi dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan secara merata, baik di wilayah perkotaan maupun daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Parjiyanti menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas pelaksanaan program revitalisasi di Manokwari. Pemkab, katanya, siap mendukung keberlanjutan program tersebut demi mencetak generasi emas Manokwari. Ia juga berharap program revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah formal, tetapi turut menjangkau lembaga pendidikan informal yang menangani anak-anak putus sekolah karena mereka juga merupakan bagian dari potensi SDM daerah. (SA01)








