ANOKWARI, SURYA ARFAK – Relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan garda terdepan dalam memperjuangkan pemenuhan gizi anak-anak penerima manfaat. Karena itu, para relawan diminta bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) guna menghindari persoalan pada makanan yang didistribusikan.
Koordinator Wilayah SPPG Papua Barat, Erika Vionita Werinussa, menekankan bahwa selain menjalankan SOP, para relawan wajib menjaga kebersihan diri dan lingkungan dapur SPPG.
Ia mengingatkan agar setiap petugas memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum bekerja. Pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara rutin. Jika mengalami flu atau batuk, sebaiknya tidak masuk kerja demi mencegah risiko penularan.
Selain itu, setiap relawan dan petugas SPPG wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.
Erika juga menegaskan bahwa kebersihan pribadi harus menjadi perhatian serius. Kuku tidak boleh panjang, serta cincin dan jam tangan sebaiknya tidak digunakan saat bertugas.
“Karena kita tidak tahu bakteri atau apa yang ada di cincin dan kuku yang panjang itu. Ingat juga untuk selalu mencuci tangan sebelum bekerja,” ujarnya dalam sosialisasi Program MBG bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, di Manokwari, Selasa (3/3/2026).
Ia meminta agar seluruh bahan makanan yang masuk diperiksa secara teliti. Bahan yang berpotensi rusak atau busuk harus segera dikembalikan kepada pemasok.
“Khususnya untuk buah, kalau terlalu matang saat masuk, maka akan cepat membusuk,” jelasnya.
Menurutnya, dapur SPPG harus dijaga kebersihannya secara ketat.
“Ruang kebersihan di dapur harus steril dari apa pun karena ibaratnya adalah ruang operasi di rumah sakit,” tegasnya.
Erika juga meminta mitra untuk memperhatikan kesehatan para petugas dengan menyediakan vitamin dan susu guna menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, kepala SPPG wajib mendaftarkan seluruh petugas sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar mereka mendapatkan perlindungan kerja.
Erika pun mengapresiasi para petugas SPPG yang selama ini dinilai telah bekerja dengan baik dalam menyukseskan program MBG.
“Terima kasih kepada bapak-ibu semua. Kalian garda terdepan, prajuritnya program MBG. Maka bekerjalah dengan baik dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatan diri serta kebersihan SPPG,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, menegaskan bahwa program MBG saat ini menjadi perhatian publik, terutama terkait aspek keamanan dan mutu makanan. Karena itu, seluruh relawan dan pengelola SPPG harus disiplin menjalankan standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Program MBG ini menyangkut kesehatan anak-anak kita. Jangan sampai ada kelalaian dalam proses penyiapan maupun distribusi. Semua harus sesuai SOP, mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga makanan diterima oleh anak-anak,” ujar Obet.
Ia menambahkan bahwa pengawasan dan kedisiplinan menjadi kunci agar program MBG tetap dipercaya masyarakat.
“Kalau kebersihan, kesehatan petugas, dan standar keamanan pangan dijaga dengan baik, maka program ini benar-benar memberi manfaat besar bagi generasi Papua Barat,” tegasnya. (SA01)








