MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Myof, Distrik Manokwari Selatan, Selasa (3/3/2026). Kampung tersebut disiapkan Pemerintah Kabupaten Manokwari sebagai lokasi relokasi warga dari kawasan kumuh di dalam Kota Manokwari.
Dalam tatap muka bersama masyarakat, Hermus menegaskan kehadiran pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi permukiman sekaligus mendengar aspirasi warga. Ia memahami kebutuhan dasar, terutama perumahan layak huni dan penataan lingkungan, menjadi pergumulan utama masyarakat.
Menurutnya, persoalan kemiskinan di Kabupaten Manokwari masih menjadi tantangan serius. Warga yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem masih tersebar di wilayah perkotaan maupun pinggiran, dengan persoalan utama pada sandang, pangan, dan papan.
“Sekitar 19 persen penduduk Manokwari masih menghadapi persoalan hunian layak. Ini menjadi komitmen kita untuk diturunkan secara bertahap pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Selain kemiskinan, Bupati juga menyoroti keberadaan kawasan kumuh, khususnya di pesisir dan sepanjang jalan protokol. Sebagai ibu kota Papua Barat dan pusat peradaban di Tanah Papua, Manokwari harus mampu bersaing dengan kota lain seperti Sorong, Jayapura, dan Nabire.
Ia mengibaratkan ruang kota sebagai ruang tamu rumah yang harus dijaga kebersihan dan kerapihannya. Karena itu, kawasan strategis seperti Sanggeng, Teluk Sawaibu, Borarsi, dan Wosi Pantai perlu ditata agar mencerminkan wajah kota yang tertib dan maju.
Hermus juga mengapresiasi inisiatif tokoh masyarakat dan warga yang telah membangun kampung persiapan secara mandiri. Ia menegaskan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah tanpa partisipasi masyarakat.
“Kalau masyarakat sudah mulai, pemerintah pasti hadir untuk mendukung dan memperkuat,” katanya.

Pemkab Manokwari berkomitmen menindaklanjuti proposal warga, termasuk dukungan pembangunan perumahan dan penyediaan material. Ke depan, pembangunan rumah akan diarahkan dengan tipologi yang terencana agar kawasan tertata rapi dan menjadi contoh pengembangan permukiman yang baik.
Selain perumahan, pemerintah juga memberi perhatian pada penyediaan air bersih, listrik, jalan lingkungan, dan drainase. Perbaikan infrastruktur akan dilakukan bertahap meski di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi APBD. Drainase menjadi prioritas mengingat kondisi lahan yang sebelumnya berupa rawa dan rawan genangan.
Dinas Pertanian juga didorong membantu masyarakat melalui penyediaan bibit dan alat mesin pertanian (alsintan) agar lahan dapat dikelola produktif untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Dalam aspek lingkungan, Bupati mengingatkan agar lereng dan perbukitan di belakang permukiman tidak dibangun sembarangan, melainkan ditanami kembali agar tetap hijau dan tertata.
Ia menegaskan seluruh langkah penataan dilakukan bukan untuk menyusahkan masyarakat, melainkan menciptakan lingkungan yang lebih layak, tertib, dan bermartabat.
“Semua ini untuk kebaikan bersama. Mari kita berkolaborasi menjaga lingkungan dan memanfaatkan peluang demi kemajuan Manokwari,” tandasnya. (SA01)








