MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kinerja sektor perbankan di Papua Barat dan Papua Barat Daya menunjukkan pertumbuhan positif hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset perbankan tercatat mencapai Rp32,37 triliun atau tumbuh 6,12 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Data tersebut disampaikan Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam kegiatan Journalist Update di Manokwari, Selasa (18/8).
Selain pertumbuhan aset, penyaluran kredit perbankan juga mengalami peningkatan. Hingga Juni 2026, kredit tercatat sebesar Rp19,16 triliun atau tumbuh 3,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga terjadi pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada posisi Juni 2026, DPK tercatat sebesar Rp16,50 triliun atau tumbuh 2,01 persen secara tahunan.
Jika dibandingkan dengan posisi Maret 2026, aset perbankan meningkat dari Rp32,38 triliun menjadi Rp32,37 triliun. Sementara kredit pada Maret 2026 tercatat Rp19,28 triliun dan DPK sebesar Rp16,70 triliun.
Dalam paparannya, OJK menyampaikan bahwa pada posisi 30 Juni 2026, seluruh indikator perbankan mengalami pertumbuhan positif secara year on year. Aset perbankan tercatat sebesar Rp32,37 triliun, kredit Rp19,16 triliun, dan DPK Rp16,50 triliun.
Dari sisi kualitas kredit, tingkat Non-Performing Loan (NPL) perbankan pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,88 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya kredit bermasalah yang tetap menjadi perhatian dalam menjaga kesehatan sektor perbankan di daerah.
Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan tercatat sebesar 116,14 persen pada Juni 2026.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi OJK dalam melihat kondisi intermediasi perbankan di Papua Barat dan Papua Barat Daya, khususnya dalam mendorong penyaluran pembiayaan kepada masyarakat dan sektor usaha.
Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya menegaskan bahwa pertumbuhan sektor perbankan perlu terus diikuti dengan penguatan kualitas kredit dan pengelolaan risiko agar fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan. (SA01)








