MANOKWARI, SURYA ARFAK – Anggota DPR Papua Barat, Xaverius Kameubun, bertemu dan menerima aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Rendani Gunung, Kelurahan Sowi, Kabupaten Manokwari, Sabtu (21/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat meminta perhatian serius pemerintah terhadap anak-anak yang terjerumus penyalahgunaan lem Aibon dan Fox, serta konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, warga juga mengusulkan bantuan oven untuk mengolah pangan lokal Papua agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Salah satu warga, James Rahakbauw, menilai anak-anak pengguna lem dan alkohol membutuhkan penanganan khusus dan kolaboratif. Ia mengaku sering melihat kondisi tersebut di lingkungan sekitar Gereja Katolik Imanuel Sanggeng.
“Mereka adalah masa depan daerah dan gereja, sehingga perlu perhatian serius untuk menyelamatkan masa depan mereka. Kami berharap pemerintah berkolaborasi dengan gereja agar ada program bersama menekan persoalan ini,” ujarnya.
Warga lainnya, Barnabas Sedik, menyoroti potensi besar pangan lokal Papua seperti keladi, petatas, singkong, dan umbi-umbian lain yang dijual mama-mama Papua. Namun, banyak hasil jualan tidak habis terjual sehingga rusak dan terbuang.
Karena itu, masyarakat mengusulkan bantuan lima unit oven masing-masing senilai Rp20 juta bagi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Imanuel, agar pangan lokal yang tidak terjual dapat diolah kembali dan dipasarkan dengan harga lebih baik.
“Daripada mama-mama Papua jual di pinggir jalan lalu tidak laku dan busuk, lebih baik diolah kembali dan dijual lagi ke berbagai kalangan,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Xaverius Kameubun menegaskan persoalan sosial di Manokwari sudah sepatutnya mendapat perhatian serius pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun Pemerintah Kabupaten Manokwari.
Menurutnya, berbagai program penanganan sosial sebenarnya sudah dijalankan, namun hasilnya belum maksimal. Ia berjanji akan meneruskan aspirasi masyarakat agar penanganan lebih serius dan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan.
Terkait pengolahan pangan lokal, ia menyambut baik usulan bantuan oven karena dinilai dapat membantu mama-mama Papua meningkatkan nilai jual hasil kebun yang tidak habis terjual.
“Saya akan membantu menyuarakan aspirasi ini kepada pemerintah. Ini aspirasi yang baik karena akan membantu mama-mama Papua yang jualannya tidak laku untuk diolah kembali dan dipasarkan lebih luas,” ujarnya. (SA01)








