Warga Manokwari Keluhkan Alkes RSUD, Kebersihan Kota, dan Keamanan Pasar Sanggeng ke Xaverius Kameubun

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Masyarakat Kabupaten Manokwari menyampaikan sejumlah keluhan kepada anggota DPR Papua Barat, Xaverius Kameubun, saat kegiatan reses di Manokwari, Kamis (19/2/2026).

Aspirasi yang disampaikan warga antara lain kekurangan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Manokwari untuk mendukung program Cek Kesehatan Gratis (CKG), persoalan keamanan di Pasar Sanggeng, serta kebersihan Kota Manokwari.

Salah satu warga mengungkapkan, sejak Januari 2026 RSUD Manokwari telah melayani program Cek Kesehatan Gratis khusus Orang Asli Papua (OAP). Namun, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai pintu awal pelayanan, banyak alat kesehatan pendukung yang tidak tersedia.

“Tidak ada alat EKG, alat ukur oksigen, bahkan stik untuk cek gula darah juga tidak ada. Padahal kami harus melayani pasien. Kami sudah sampaikan ke manajemen, tetapi dijawab bahwa rumah sakit kekurangan anggaran,” ujarnya.

Meski dengan keterbatasan alat, tenaga kesehatan tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal. Warga berharap dukungan fasilitas segera dipenuhi agar pelayanan kepada pasien dapat berjalan optimal.

Warga lainnya, Ibu Rahawarin, menyoroti kebersihan Kota Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat. Menurutnya, hanya beberapa titik yang rutin dibersihkan, sementara lokasi lain—termasuk kawasan destinasi dan ikon kota—sering luput dari perhatian.

Ia juga menyoroti tingginya praktik premanisme di Pasar Sanggeng yang disebut telah menguasai hampir seluruh area pasar, termasuk parkiran. Kondisi tersebut dinilai membuat masyarakat dan pedagang tidak nyaman.

“Kalau tidak ditangani, pasar tidak akan maksimal menyumbang PAD. Mohon masalah ini segera diatasi,” katanya.

Rahawarin juga meminta agar pelaku UMKM lokal di Manokwari mendapat perhatian, terutama dalam pemasaran produk.

Menanggapi aspirasi tersebut, Xaverius Kameubun mengatakan reses merupakan kesempatan untuk bertemu dan menjaring aspirasi masyarakat. Seluruh masukan akan disampaikan kepada pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun Pemerintah Kabupaten Manokwari, sesuai kewenangan masing-masing.

Terkait kebersihan kota, ia akan menyampaikan kepada Pemkab Manokwari agar menjadi perhatian, sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan.

“Komunitas masyarakat juga perlu membuat program untuk membantu kebersihan kota. Jangan buang sampah sembarangan, tetapi pada tempat yang sudah disediakan,” ujarnya.

Soal keamanan Pasar Sanggeng, Kameubun menegaskan akan mendorong Pemkab Manokwari agar menanganinya secara serius. Ia juga mengajak masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan.

Sementara kekurangan alat kesehatan di RSUD Manokwari dinilai sebagai persoalan serius yang harus segera dicarikan solusi. Menurutnya, tanpa dukungan fasilitas, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak akan maksimal.

“Ini masalah serius dan akan kami teruskan kepada pemerintah daerah agar segera ditangani,” tegasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *