MANOKWARI, SURYA ARFAK – Badan Koordinasi Majelis Muslim Papua Provinsi Papua Barat (Bako MMP Papua Barat) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I, 24-25 Mei 2025. Musda ini diharapkan menghasilkan ide dan strategi efektif untuk memajukan organisasi.
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengatakan bahwa Musda bukan hanya pertemuan rutin semata, tapi untuk menata organisasi menjadi lebih baik.
Menurut Mugiyono, tema Musda yakni Menata Organisasi Mewujudkan Papua Barat yang Damai sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Penting bagi kita untuk memastikan organisasi kitab tertata dengan baik. Karena itu kunci untuk mencapai tujuan bersama. Dengan organisasi yang tertata kita dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera,” katanya.
Mugiyono berharap Musda dapat menghasilkan ide-ide segar dan strategis efktif untuk memajukan organisasi dan komunitas. Kerja sama dengan semua pihak sangat diperlukan agar cita-cita organisasi dapat terwujud.
“Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan bukan penghalang. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Mugiyono juga mengingatkan agar pelaksanaan Musda juga memperhatikan peran pemuda dalam organisasi. Sebab pemuda adalah penerus bangsa yang harus dibimbing dan diberi ruang untuk bekerja, berkreasi, dan berinovasi.
“Dengan berfokus pada pengembangan pemuda kita dapat memastikan bahwa mereka menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan mampu menghadapi tantangan zaman,” tukasnya.
Ketua Panitia Musda I Badan Koordinasi Majelis Muslim Papua, Abdul Rasyid Fimbay, menyampaikan bahwa Musda diikuti oleh pengurus dari tujuh kabupaten.
Namun dari jumlah itu baru dua kabupaten yang pengurusnya sudah definitif yakni Majelis Muslim Papua Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Fakfak.
“Karena itu, ketua terpilih nanti bertugas membentuk pengurus definitif di kabupaten lain yang belum memiliki pengurus definitif,” ujarnya. (SA01)








