TP PKK dan DP3AKB Manokwari Melatih Ibu-ibu Papua Membuat Sabun, Jus, dan Puding dari Buah Pinang

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Manokwari bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB (DP3AKB) Kabupaten Manokwari melaksanakan pelatihan mengolah buah pinang menjadi sabun, jus, dan puding bagi ibu-ibu orang asli Papua.

Ketua TP PKK Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, mengatakan bahwa kegiatan itu terinspirasi dari banyaknya ibu-ibu Papua yang berjualan pinang di kota Manokwari, namun tidak semua orang makan pinang.

“Karena itu, kami berpikir bagaimana kalau buah pinang diolah menjadi jus, puding, dan sabun, sehingga orang lain juga bisa menikmati buah pinang. Inilah yang membuat kami terinspirasi membuat buah pinang berubah wujud, sehingga nilai ekonominya juga berubah. Dengan pelatihan ini saya yakin akan ada peningkatan dan ibu-ibu bisa melakukannya dan pasti ada perubahan. Saya yakin dari tangan yang rajin akan mendatangkan berkat,” katanya.

Febelina mengajak para peserta untuk menjadikan pelatihan tersebut sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi keluarga dan bukti bahwa perempuan Manokwari mampu berkarya membawa berkat bagi keluarga dan daerah.

“Hari ini kita akan belajar dari bahan sederhana yaitu buah pinang, buah khas Papua yang melambangkan persaudaraan, kemakmuran, dan kebersamaan. Ini bukti bahwa dari alam Papua yang kaya terlahir banyak peluang ekonomi bila kita mau berinovasi dan bekerja dengan hati. Karena itu, ibu-ibu jangan takut mencoba dan jangan malu berkarya,” pesan Febelina.

Dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Manokwari yang memberikan dukungan, sehingga kegiatan tersebut terselenggara dengan baik.

Ketua panitia kegiatan, Seri Paga, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut akan memberikan manfaat antara lain untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas peserta serta meningkatkan kemampuan peserta untuk dikembangkan dalam kehidupan keluarga dan Masyarakat.

“Pelatihan dilaksanakan pada Kamis (2/10/2025) diikuti ibu-ibu orang asli Papua perwakilan dari distrik Sidey, Masni, Prafi, Aimasi, Tanah Rubuh, Warmare, Manokwari Selatan, dan Manokwari Barat dengan jumlah 100 orang,” ujarnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *