TP-PKK Manokwari Gelar Beragam Kegiatan HKG ke-54, Dorong Kesehatan hingga Ekonomi Keluarga

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Tim Penggerak PKK Kabupaten Manokwari melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang dipusatkan di halaman Kantor DPD PWKI Papua Barat.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari yang dimulai Kamis (21/5) itu dibuka langsung oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou.

Ketua TP-PKK Kabupaten Manokwari, Febelina Indou mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Astacita Wujudkan Indonesia Emas 2045”.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kontribusi PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di Kabupaten Manokwari melalui pelayanan sosial, kesehatan, ekonomi, hingga pelestarian budaya.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian PKK kepada masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan keluarga melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Febelina menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemeriksaan dan pengobatan gratis, donor darah, pameran UMKM dan penilaian kemasan produk, lomba kebaya modern dan baju adat Papua, lomba merangkai bunga hidup, serta lomba senam kreasi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat kinerja dan semangat kader PKK di seluruh wilayah Kabupaten Manokwari dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.

Peserta kegiatan berasal dari perwakilan TP-PKK distrik, organisasi perempuan, serta organisasi gereja dengan total 167 peserta.

Adapun peserta pameran UMKM berjumlah 54 peserta, lomba kebaya modern 34 peserta, lomba baju adat 28 peserta, lomba senam kreasi 13 peserta, dan lomba merangkai bunga hidup 38 peserta.

Sementara itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou mengapresiasi TP-PKK Kabupaten Manokwari yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pemeriksaan dan pengobatan gratis merupakan bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat, sedangkan donor darah menjadi simbol solidaritas kemanusiaan.

“Setetes darah yang kita donorkan dapat menyelamatkan nyawa sesama manusia. Saya berharap donor darah menjadi budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Hermus juga menilai pameran UMKM dan penilaian kemasan produk memiliki arti penting dalam memperkuat ekonomi keluarga dan ekonomi kerakyatan.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Karena itu kualitas produk, kreativitas, inovasi, dan kemasan harus terus ditingkatkan agar produk lokal Manokwari mampu bersaing,” ujarnya.

Selain itu, lomba kebaya modern dan baju adat dinilai sebagai upaya melestarikan budaya serta memperkuat identitas daerah dan nasional.

Menurutnya, keberagaman budaya merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Ia menambahkan, lomba merangkai bunga dan senam kreasi juga menjadi sarana membangun kreativitas, kesehatan, kebersamaan, serta kehidupan sosial masyarakat yang harmonis dan produktif. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *