Hermus Sebut Pembangunan Sentra Layanan UMKM Selain Dorong Pertumbuhan Ekonomi juga Upaya Pemerataan Pembangunan

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Mulai Rabu (1/10/2025), Pemkab Manokwari membongkar gedung eks kantor Gubernur dan DPRP Papua Barat. Di lokasi itu, nantinya akan dibangun Sentra Layanan UMKM.

Pembangunan Sentra Layanan UMKM di lokasi tersebut selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, juga sebagai penataan untuk memperindah wajah kota Manokwari dan bagian dari pemerataan pembangunan.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan bahwa pembangunan Sentra Layanan UMKM juga menjadi kebijakan penataan ruang kota dengan memaksimalkan aset strategis di jantung kota untuk masyarakat sekaligus mempercantik wajah kota Manokwari.

Menurut Hermus, lahan eks kantor gubernur dan DPRP sebelumnya adalah aset tidur yang tidak termanfaatkan dan menjadi aset yang tidak produktif. Bekas gedung yang terbakar itu tidak hanya menyisakan puing-puing tapi juga memberikan kesan buruk dan negatif terhadap kota Manokwari.

“Hal ini mendorong kita untuk melakukan sesuatu untuk mengubahnya dari citra ketelantaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurut Hermus, pembangunan yang ada di kelurahan Manokwari Timur itu adalah wujud nyata komitmen untuk mewujudkan pemerataan pertumbuhan pembangunan ekonomi.

“Kalau dilihat hari ini pertumbuhan dan pusat keramaian semuanya mengarah ke Manokwari Selatan dan Manokwari Barat. Manokwari Timur belum ada apa-apa di sini,” katanya.

Hermus menegaskan bahwa pembangunan harus berasaskan keadilan dan pemerataan, sehingga pertumbuhan dan kemajuan pun merata di semua wilayah.

“Ini juga bagian kita menghidupkan kembali keramaian di kota Manokwari dan memastikan bahwa pusat layanan UMKM di tempat ini akan menjadi metronome atau daya tarik yang membuat daerah ini kembali ramai seperti semula,” tegasnya.

Di samping itu, tambah Hermus, pembangunan tersebut merupakan bagian dari transformasi penataan ibukota provinsi Papua Barat yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

“Kita sedang membangun masa depan Manokwari yang lebih baik dan sejahtera dan mengubah lahan yang ‘mati’ ini menjadi sebuah landmark baru yang hidup, dinamis, dan menjadi kebanggaan kita semua,” tukasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *