Tim SAR Evakuasi 17 Penumpang Speedboat Mati Mesin di Perairan Asakauni

TELUK BINTUNI, SURYA ARFAK – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 17 penumpang speedboat yang mengalami mati mesin di perairan Asakauni, Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Rabu (30/9). Seluruh penumpang ditemukan dalam keadaan selamat.

Peristiwa tersebut terjadi setelah speedboat yang bertolak dari Distrik Tomu menuju Teluk Bintuni sekitar pukul 15.00 WIT mengalami gangguan mesin berulang kali. Gangguan tersebut disertai kerusakan pada bagian mesin dan sistem kemudi saat speedboat melintas di perairan Asakauni.

Hingga pukul 21.35 WIT, speedboat tersebut belum tiba di Teluk Bintuni sehingga kejadian kemudian dilaporkan kepada Pos SAR Teluk Bintuni.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Teluk Bintuni bersama unsur SAR gabungan melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi kejadian. Operasi pencarian melibatkan personel Pos SAR Teluk Bintuni, Polairud Teluk Bintuni serta masyarakat dengan dukungan peralatan SAR laut.

Setelah dilakukan pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan speedboat beserta seluruh penumpangnya. Sebanyak 17 orang yang berada di atas kapal dinyatakan selamat dan selanjutnya dievakuasi menuju tempat yang aman.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin, S.P., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel Pos SAR Teluk Bintuni bersama seluruh unsur SAR gabungan dalam merespons laporan tersebut.

“Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil dari kesiapsiagaan dan kesigapan personel di lapangan serta kolaborasi seluruh unsur SAR gabungan. Yang paling utama, seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Yefri.

Ia mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran agar selalu memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan baik serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, membawa perlengkapan keselamatan yang memadai, dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi kapal maupun cuaca tidak mendukung,” tambahnya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons setiap laporan kondisi membahayakan manusia, khususnya di wilayah perairan Papua Barat. (***/SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *