MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari resmi bertransformasi menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua. Perubahan kelembagaan tersebut diumumkan dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar pada Selasa (21/7).
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengatakan perubahan status tersebut bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam membangun kualitas pendidikan tinggi di Papua Barat.
Menurutnya, tantangan ke depan menuntut Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua untuk terus melahirkan inovasi serta karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua memikul harapan yang besar untuk mencetak generasi unggul yang memiliki kompetensi tinggi. Kita membutuhkan kader-kader penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran,” ujar Dominggus.
Ia berharap dari institut tersebut akan lahir lulusan-lulusan yang memiliki daya saing, berdaya guna, serta mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan Papua maupun Indonesia secara luas.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV, Dr. Suriel Mofu, menyampaikan selamat atas perubahan kelembagaan STIH Manokwari menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua.
Suriel menegaskan LLDikti Wilayah XIV berkomitmen mendukung proses pengembangan dan peningkatan kualitas institut tersebut agar mampu memberikan layanan pendidikan tinggi yang semakin baik di Papua Barat.
“LLDikti akan terus menjaga dan mengawal proses pengembangan serta peningkatan kualitas Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua dalam memberikan layanan pendidikan tinggi di Papua Barat,” katanya. (SA01)








