Program MBG Dorong Perbaikan Gizi dan Ekonomi Lokal di Manokwari

MANOKWARI, SURYA ARFAK — Badan Gizi Nasional (BGN) bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, melaksanakan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manokwari, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan dan manfaat program MBG dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat serta pemberdayaan ekonomi lokal.

Perwakilan BGN, Gusty Yudha, menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG melibatkan banyak tenaga kerja lokal melalui dapur penyedia makan bergizi gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Setiap dapur MBG mempekerjakan 50 orang, terdiri dari kepala dapur, ahli gizi, ahli akuntansi, dan 47 relawan. Tiga di antaranya dibiayai langsung oleh BGN, sementara 47 relawan dibiayai oleh mitra yang mengelola dapur tersebut,” jelas Gusty.

Menurutnya, selain menciptakan lapangan kerja, dapur MBG juga diharapkan mampu menyerap bahan pangan dari masyarakat sekitar untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“Kehadiran dapur MBG diharapkan bisa membeli bahan pangan dari masyarakat setempat. Kalau di sekitar tidak tersedia, baru diambil dari daerah lain,” ujarnya.

Program ini, lanjut Gusty, juga diharapkan dapat mendorong kembali kegiatan pertanian dan peternakan masyarakat.

“Kami harap masyarakat yang tadinya berhenti bertani atau beternak bisa kembali berproduksi karena ada kepastian pasar dari program ini,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap porsi makanan bergizi yang disiapkan dalam program MBG dihargai Rp15.000, dengan rincian Rp10.000 untuk bahan pangan, Rp3.000 untuk operasional, dan Rp2.000 sebagai keuntungan mitra pengelola dapur.

Selain itu, masyarakat yang ingin bekerja sama sebagai pemasok bahan pangan dapat berkoordinasi dengan mitra BGN, BUMDes, atau koperasi di wilayah masing-masing.

“Biasanya bahan pangan dikumpulkan oleh BUMDes atau koperasi agar lebih terkoordinasi sebelum dipasok ke dapur MBG. Jadi tidak bisa masing-masing masyarakat langsung antar ke dapur,” tambah Gusty.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program MBG di Papua Barat. Menurutnya, program ini bukan hanya memperhatikan asupan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga lokal.

“Program MBG ini sangat baik karena menyentuh dua aspek penting: gizi masyarakat dan pemberdayaan ekonomi lokal. Kami di Komisi IX akan terus mendorong agar pelaksanaannya berjalan baik dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Obet.

Obet berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami peran penting program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan di Papua Barat.

“Harapannya program ini tidak hanya menyehatkan, tapi juga menumbuhkan ekonomi masyarakat di sekitar dapur MBG,” tandasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *