Resmi Memimpin IBCA MMA Papua Barat, Adrian Ratag “Gas” Siapkan Atlet Menuju PON Beladiri

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Wendi Adrian Ratag resmi menakhodai Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA MMA) Provinsi Papua Barat setelah dilantik Sekjen IBCA MMA Maraden Lumbantoruan, Senin (24/8) malam. Usai dilantik, Adrian menyatakan siap “gas” membangun MMA di Papua Barat, sementara Maraden langsung memberi mandat agar pengurus baru segera menyiapkan atlet menghadapi PON Beladiri pada November 2026.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani dan Wakil Bupati Manokwari Mugiyono. Maraden meminta Adrian bergerak cepat menyiapkan atlet yang akan diproyeksikan mengikuti PON Beladiri pada November mendatang.

“Segera siapkan atlet untuk kalau bisa mengikuti PON Beladiri bulan November,” kata Maraden.

Selain pembentukan tim atlet, Maraden meminta IBCA MMA Papua Barat segera membangun fasilitas octagon sebagai tempat latihan dan pertandingan. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut penting agar para calon atlet memiliki tempat latihan yang layak.

“Segera bikin octagon agar mereka tidak bertarung di jalan tapi masuk ke octagon,” ujarnya.

Maraden juga mendorong pengurus segera menggelar pelatihan wasit dan pelatih serta menyiapkan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov). Langkah tersebut dinilai penting karena IBCA MMA berencana menggelar kejuaraan zona Papua pada tahun depan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani berharap IBCA MMA Papua Barat memperkuat sistem pembinaan atlet usia dini di seluruh kabupaten, sekaligus meningkatkan kualitas pelatih, wasit/juri, serta tenaga pendukung lainnya.

Lakotani juga meminta dibangun kompetisi yang sehat dan berjenjang sehingga para atlet memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan di daerah. Menurutnya, organisasi IBCA MMA tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga harus menjadi wadah pembentukan karakter.

“Saya juga mengajak para pengurus untuk menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab. Bangunlah organisasi dengan semangat kebersamaan, transparansi, profesionalisme, dan integritas,” kata Lakotani.

Ia mengingatkan pengurus agar tidak menjalankan organisasi berdasarkan kepentingan pribadi maupun golongan. IBCA MMA diharapkan menjadi rumah bersama bagi seluruh insan olahraga beladiri serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Menanggapi arahan tersebut, Wendi Adrian Ratag menyatakan siap “gas” dengan melakukan road show ke setiap pengurus IBCA MMA di kabupaten. Ia optimistis perkembangan MMA di Papua Barat akan semakin baik apabila pengurus kompak dan mendapat dukungan pemerintah serta masyarakat.

“Kalau semua pengurus kompak, pemerintah dan masyarakat dukung, MMA ada di setiap lini dan kami akan jaga kota ini,” tegas Adrian.

Untuk persiapan PON Beladiri, Adrian mengakui saat ini Papua Barat belum memiliki atlet yang benar-benar berasal dari cabang MMA. Namun, terdapat 12 atlet dari cabang olahraga beladiri lain yang telah bergabung dan akan dipersiapkan untuk beradaptasi dengan teknik MMA.

“Kami akan mencoba menyesuaikan dengan bela diri MMA karena teman-teman yang bersedia masuk sebagai atlet persiapan ini 12 orang dari atlet cabang olahraga beladiri yang lain. Mereka akan coba menyesuaikan karena mereka dari beladiri yang hanya menggunakan tangan, sehingga mereka harus belajar mengombinasikan tangan dan juga kaki,” jelasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *