MANOKWARI, SURYA ARFAK – Menyikapi musim kemarau berkepanjangan, Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.
Mugiyono mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, musim panas diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober. Karena itu, masyarakat perlu bekerja sama dan sungguh-sungguh menjaga lingkungan selama kondisi cuaca panas masih berlangsung.
“Kita tidak ingin kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah terjadi juga di Manokwari,” katanya saat apel gabungan perangkat daerah, Senin (24/8).
Menurutnya, kebakaran umumnya dapat dipicu oleh aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Kondisi panas dan kering membuat api lebih mudah menyebar sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati.
Jika terpaksa membakar sampah di sekitar rumah, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Hal yang sama berlaku bagi warga yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak agar memastikan api telah dipadamkan setelah selesai digunakan.
Mugiyono juga mengingatkan masyarakat memperhatikan penggunaan listrik. Penggunaan instalasi atau peralatan listrik yang tidak tepat dapat menimbulkan percikan dan memicu kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca yang panas dan kering.
Bagi masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, ia meminta agar memastikan api tidak merambat ke area lain dan benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
“Saran saya, kalau bisa tidak usah dibakar kecuali ingin dipakai secepatnya karena sangat riskan untuk memicu kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.
Selain menjaga lingkungan, Mugiyono meminta masyarakat meningkatkan perhatian terhadap anggota keluarga, khususnya orang tua dan anak-anak, selama musim panas. Aktivitas di luar rumah perlu lebih diawasi karena kondisi cuaca saat ini dinilai lebih panas dari biasanya.
“Ada beberapa hal yang bisa dilakukan menyikapi saat panas seperti ini. Jaga diri, keluarga, lingkungan. Bila ada orang tua atau anak-anak di rumah, berikan perhatian lebih dan kontrol yang lebih,” katanya.
Dia juga meminta masyarakat bijak menggunakan air karena kemarau penjang menyebabkan debit air turunn secara drastis.
“Sumur-sumur debit airnya turun sekali bahkan ada yang kering. Karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan air agar tidak terjadi pemborosan,” tandasnya. (SA01)








