MANOKWARI, SURYA ARFAK – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah hendaknya tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW sekaligus meneladani ajaran tentang kesabaran, kasih sayang, persaudaraan, keadilan, dan kehidupan yang damai.
Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengatakan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Keteladanan tersebut penting untuk menjaga persatuan dan mendorong masyarakat berbuat baik tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun golongan.
Pemerintah Kabupaten Manokwari, kata Mugiyono, memandang kehidupan beragama sebagai salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah akan terus memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menjalankan kehidupan keagamaan secara aman dan damai.
“Kita menjadikan Manokwari sebagai daerah yang tidak hanya maju dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam kehidupan sosial, spiritual, moral, dan kebudayaan,” katanya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8).
Menurutnya, nilai kejujuran, amanah, keadilan, dan persaudaraan yang diajarkan Rasulullah SAW dapat menjadi landasan dalam membangun pemerintahan dan masyarakat yang berkarakter. Kejujuran menjadi dasar pemerintahan yang baik, amanah menjadi landasan menjalankan tanggung jawab, sedangkan keadilan menjadi pedoman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Mugiyono mengajak seluruh umat Muslim di Kabupaten Manokwari menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah sekaligus menjaga hubungan baik dengan seluruh umat beragama.
“Manokwari adalah rumah kita bersama dan kedamaian serta kerukunan yang telah kita bangun harus kita rawat sebagai modal utama dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengajak orang tua, guru, pendidik, ulama, dan seluruh komponen masyarakat bersama-sama memperkuat pembentukan karakter generasi muda. Anak-anak dan pemuda harus dibekali ilmu pengetahuan, iman, akhlak, serta rasa cinta terhadap daerah dan bangsa.
“Keteladanan Nabi besar Muhammad SAW hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjadi pribadi yang santun, tangguh, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Suardana, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang memiliki sifat-sifat mulia dan diyakini sebagai rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam tanpa membedakan suku, ras maupun agama.
“Karena itu, Nabi Muhammad SAW hendaknya kita semua meneladaninya. Sikap inklusif beliau ini mendukung program prioritas Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama dan memupuk cinta kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk,” pungkasnya. (SA01)








