Manokwari, SURYA ARFAK – Pemkab Manokwari telah mengumumkan hasil seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2021 pada Jumat, 9 Mei 2025, namun sejumlah peserta tes tidak menerima hasil tersebut.
Menanggapi aksi penolakan hasil seleksi oleh sejumlah peserta, Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan bahwa ada lebih dari 2.000 peserta yang mendaftar untuk memperebutkan kuota sebanyak 308.
Dengan demikian, ada banyak sekali peserta yang tidak lolos karena kuotanya terbatas.
“Karena jumlahnya hanya 308 kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Manokwari dan teristimewa adik-adik yang mengikuti testing yang jumlahnya sekitar 2.000 lebih itu,” ujar Hermus, Sabtu (10/5/2025).
Menurut Hermus, Pemkab Manokwari sudah memikirkan solusi bagi para peserta yang tidak lolos tes. Namun demikian, masyarakat dan peserta testing harus menerima hasil tersebut.
“Ayo kita manfaatkan dan kita terima hasil ini dulu supaya kita buka lagi yang baru untuk menampung yang belum karena kalau ini tidak kita umumkan atau tidak kita terima, maka itu akan menghambat yang lain,” ujarnya.
Hermus mengatakan, dalam program 100 hari kerja seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, dirinya bersama Wakil Bupati Mugiyono akan mengangkat 1.000 pegawai di lingkungan Pemkab Manokwari.
“Pentahapan dalam memenuhi kuota 1.000 pegawai itu secara bertahap kita penuhi hari ini. Jadi 308 hari ini, nanti ada 508, ada juga 900. Jadi adik-adik bersabar, kita sedang mencari solusi, yang belum belum terakomodir sekarang kita akan cari solusi untuk formasi yang masih ada,” katanya.
Menurut Hermus, Pemkab Manokwari akan berupaya untuk mengakomodir semuanya. Formasi akan ditetapkan dengan Perda untuk pembagian kuotanya yakni untuk orang asli Papua (OAP), OAP dalam dalam daerah Manokwari, dan OAP di luar Manokwari, dan suku Nusantara yang lahir besar di Manokwari (Labema).
“Ini kita akan prioritaskan dalam tahapan penerimaan yang berikut. Sekali mohon maaf untuk semua, dan Pemkab Manokwari berkomitmen untuk melayani semua masyarakat,” tandas Hermus. (SA01)








