MANOKWARI, SURYA ARFAK – Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengajak umat Islam di Kabupaten Manokwari menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Ajakan tersebut disampaikan Mugiyono saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam, Selasa (16/6).
Menurut Mugiyono, tema peringatan Tahun Baru Islam tahun ini, “Semangat Hijrah untuk Memperkuat Ukhuwah dan Meningkatkan Kualitas Ibadah”, sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat Kabupaten Manokwari saat ini.
Ia mengatakan, peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan simbol perjuangan, perubahan, pembaruan, dan penguatan persaudaraan.
“Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan sekadar pindah tempat, tetapi simbol perjuangan perubahan, pembaruan, dan penguatan persaudaraan. Hijrah mengajarkan bahwa setiap perubahan menuju perbaikan memerlukan tekad, kesabaran, pengorbanan, dan kebersamaan,” katanya.
Karena itu, Mugiyono mengajak umat Islam untuk mengimplementasikan semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari sebagai dorongan untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.
“Oleh karena itu, semangat hijrah harus kita maknai sebagai dorongan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh toleransi,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan antarsesama manusia.
“Mari tingkatkan kualitas hubungan kita dengan Allah SWT melalui ibadah dan hubungan sesama manusia melalui ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mugiyono mengapresiasi kebersamaan yang ditunjukkan berbagai elemen masyarakat dalam peringatan Tahun Baru Islam, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, para ulama, organisasi Islam, pengurus masjid, majelis taklim, hingga masyarakat umum.
Menurutnya, kebersamaan tersebut merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Manokwari sebagai rumah bersama bagi masyarakat yang majemuk harus terus dijaga dalam semangat persaudaraan, persatuan, dan toleransi.
“Jangan biarkan perbedaan menjadi pemisah, tetapi jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, religius, dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Swardana, mengajak umat Islam di Manokwari untuk terus menjadi pelopor kerukunan dan menjaga harmoni kehidupan antarumat beragama.
“Umat Islam di Manokwari harus menjadi pelopor kerukunan. Kita harus menunjukkan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin bagi seluruh alam, termasuk bagi saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan. Mari kita jaga kondisi daerah ini karena kerukunan adalah modal utama untuk membangun Manokwari yang kita cintai,” ujarnya. (SA01)








