OJK dan Kodam XVIII/Kasuari Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Finansial Prajurit TNI di Papua Barat

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan guna meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang bijak serta peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai risiko kejahatan keuangan digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan bertajuk “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas” yang digelar di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Kabupaten Manokwari, Kamis (16/7). Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 prajurit TNI Kodam XVIII/Kasuari.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Kresna Aditya Payokwa, serta Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat Meilinda W.N. Barahima.

Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengatakan prajurit TNI tidak hanya memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi bekal penting agar prajurit dan keluarganya mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman serta terhindar dari berbagai modus kejahatan keuangan digital.

“Kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, seperti penipuan digital, pinjaman online ilegal, investasi bodong, penyalahgunaan data pribadi, hingga pemalsuan bukti transfer menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Literasi keuangan menjadi bekal penting agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Budi.

Pada kesempatan tersebut, OJK juga memperkenalkan sejumlah kanal pelindungan konsumen yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk pelaporan dugaan penipuan transaksi keuangan, SiPASTI untuk melaporkan aktivitas keuangan ilegal, serta Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) sebagai sarana penyampaian informasi, pertanyaan, dan pengaduan terkait Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang berizin dan diawasi OJK.

Sementara itu, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengapresiasi penyelenggaraan edukasi tersebut. Menurutnya, kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas negara juga ditunjang oleh kondisi ekonomi keluarga yang sehat dan kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

“Banyak persoalan muncul akibat pengelolaan keuangan yang kurang tepat dan pola hidup konsumtif. Saya mengajak seluruh prajurit Kodam XVIII/Kasuari untuk mengelola penghasilan secara bijak, membiasakan menabung, serta tidak mudah tergiur tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya,” kata Christian.

Melalui sinergi dengan Kodam XVIII/Kasuari, OJK berharap para prajurit dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga, satuan, dan masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang mampu mengelola keuangan secara sehat, terhindar dari aktivitas keuangan ilegal dan penipuan digital, serta mendukung terwujudnya masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya yang cerdas finansial dan tangguh di era digital.(SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *