Mubes IV Kerukunan Masyarakat Kei Digelar, Bupati Hermus Ajak Jaga Persatuan

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Manokwari menggelar Musyawarah Besar (Mubes) IV, Sabtu (24/1/2026). Mubes ini menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih pengurus baru periode 2026–2031.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, berharap Mubes IV dapat dilaksanakan dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat agar tidak ada pihak yang merasa menang maupun kalah. Namun demikian, jika proses musyawarah tidak mencapai kesepakatan dan harus dilanjutkan dengan pemilihan melalui voting, hal tersebut tetap merupakan bagian dari proses demokrasi yang sah.

“Kalaupun ada pemilihan dan berjalan dengan baik, itu juga menjadi pembelajaran demokrasi yang baik bagi Kerukunan Masyarakat Kei, karena telah melibatkan seluruh warga Kei yang memenuhi syarat untuk memilih pemimpin secara langsung,” ujar Hermus.

Bupati juga mengajak seluruh warga Kei di Kabupaten Manokwari untuk terus hidup rukun, aman, dan damai, baik dengan sesama warga Kei maupun dengan suku-suku lain yang ada di Manokwari. Menurutnya, kehidupan berorganisasi dalam kerukunan menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang hidup hanya untuk dirinya sendiri.

“Mari kita saling membangun organisasi ini secara bermartabat dan berdampak bagi sesama. Siapapun yang terpilih menjadi ketua, mari kita dukung karena dia adalah simbol semua warga Kei. Dia tidak berdiri atas nama pribadi, tetapi atas nama seluruh warga Kei,” tegasnya.

Ketua Kerukunan Masyarakat Kei Provinsi Papua Barat, Prof. Roberth KR Hammar, SH, M.Hum, MM, CLA, mengatakan Mubes IV menjadi tonggak penting kebangkitan warga Kei di Kabupaten Manokwari. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Kei untuk berpartisipasi aktif dan menggunakan hak pilihnya dalam menentukan pemimpin kerukunan yang baru.

“Ada dua calon ketua yang akan dipilih. Keduanya telah berkontribusi dalam pembangunan Manokwari dan bagi warga Kei. Mari kita memberikan kontribusi yang baik dengan memilih secara bijak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Manokwari, Moses Naraha, menyampaikan bahwa siapapun calon yang terpilih merupakan pemimpin yang direstui dan diberkati Tuhan. Ia mengajak seluruh warga Kei, khususnya para pemuda, untuk memberikan kepercayaan penuh dan menghormati ketua terpilih sebagaimana penghormatan yang diberikan selama masa kepemimpinannya.

“Mari kita jaga agar musyawarah ini berjalan dengan lancar. Tidak boleh ada gesekan. Siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik bagi kita semua,” kata Moses.

Ketua Panitia Mubes IV Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Manokwari, Aloysius Tawurutubun, menjelaskan bahwa Mubes merupakan forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, menyusun arah kebijakan organisasi, mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Kei, serta memilih dan menetapkan pengurus baru.

“Tahapan pemilihan dilakukan melalui musyawarah untuk mufakat. Namun jika mufakat tidak tercapai, maka akan dilanjutkan dengan mekanisme voting. Kami berharap seluruh peserta bermusyawarah dan memilih dengan baik serta tidak terpecah karena proses pemilihan,” pungkasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *