Lamek Dowansiba Dorong Pengasuh Sekolah Minggu Klasis Manokwari Tanamkan Nilai Empat Pilar Sejak Dini

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Anggota DPD/MPR RI, Lamek Dowansiba, menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada para pengasuh sekolah minggu Klasis Manokwari dengan menekankan pentingnya penanaman nilai kebangsaan sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, disampaikan materi Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Para pengasuh sekolah minggu dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak melalui pembinaan di lingkungan gereja.

Anggota DPD/MPR RI, Lamek Dowansiba, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa pembinaan karakter anak sekolah minggu sangat penting, mengingat mereka merupakan generasi penerus gereja, masyarakat, dan bangsa.

Menurutnya, anak-anak perlu dibina tidak hanya dalam aspek iman dan kerohanian, tetapi juga dalam pembentukan karakter seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

“Nilai-nilai Empat Pilar dapat ditanamkan melalui kegiatan sederhana di sekolah minggu, seperti belajar menghargai sesama, hidup dalam perbedaan, saling menolong, serta menghormati orang tua dan guru,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pembinaan yang konsisten, anak-anak tidak hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat sejak dini.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pengasuh sekolah minggu dapat terus berperan aktif dalam membina anak-anak dengan menanamkan nilai iman, karakter, dan kebangsaan, sehingga ke depan lahir generasi muda Papua yang berkarakter, beriman, serta cinta tanah air.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut dilaksanakan pada Minggu, 15 Maret 2026, bertempat di Gedung Sekolah Minggu Gunung Tabor Manokwari. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional Anggota DPD RI/MPR RI dalam memberikan pemahaman nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda sejak usia dini. (***/SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *